Breaking News:

Berita Solo

YAS Resmi Jadi Tersangka Kasus Jual Beli Satwa Dilindungi, Ditahan di Polresta Surakarta

Seorang pria bernama inisial YAS (22) resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus jual beli burung dilindungi. 

Istimewa
Beberapa satwa jenis unggas yang dilindungi disita Dirjen Penegakan Hukum LHK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari tangan pria berinisial YAS beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Seorang pria bernama inisial YAS (22) resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus jual beli burung dilindungi. 

Rencananya proses sidang juga akan dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Solo

Ketua Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabalnusra), Muhammad Nur menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap warga Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan itu pihaknya langsung melakukan gelar perkara. 

Baca juga: Ruang Ketua KONI Dikunci, Ant‎oni Kecewa Tak Bisa Masuk

Baca juga: Kilang Minyak Balongan Meledak, 3 Orang Hilang Diduga Terpental ke Sawah Sepulang dari Pesantren

Baca juga: Gibran Bertemu Sekjen Gerindra dan Fahri Hamzah di Solo, Diusung ke Pilgub DKI Jakarta Saingi Anies?

Baca juga: Kaesang Pangarep Kembali Bikin Sensasi, Blak-blakan Suka Sama Fahri Hamzah Saat Bertemu di Solo

"Kemudian disimpulkan dan dinaikkan ke proses penyidikan dan statusnya sudah menjadi tersangka," ucapnya, Senin (29/3/2021). 

Satwa yang dilindungi disita Dirjen Penegakan Hukum LHK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari tangan pria berinisial YAS beberapa waktu lalu.
Satwa yang dilindungi disita Dirjen Penegakan Hukum LHK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari tangan pria berinisial YAS beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Sementara, lanjut Nur, untuk barang bukti dititipkan di kandang karantina BKSDA Jawa Tengah sampai proses hukum selesai. 

"Sedangkan untuk pelaku (tersangka, red), kita titipkan di Tahanan Polresta Surakarta," tambahnya. 

Nur menyampaikan, menurut Undang-undang, penyidik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang tidak boleh melakukan penangkapan dan penahanan. 

Oleh karena itu, saat penangkapan kemarin dan proses penahanan pihak Gakkum berkoordinasi dengan kepolisian setempat. 

Bebrapa satwa jenis unggas yang dilindungi disita Dirjen Penegakan Hukum LHK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari tangan pria berinisial YAS beberapa waktu lalu.
Bebrapa satwa jenis unggas yang dilindungi disita Dirjen Penegakan Hukum LHK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari tangan pria berinisial YAS beberapa waktu lalu. (Istimewa)

"Kalau penyidik tetap kita," ucapnya. 

Nur menjelaskan, setelah proses penyidikan dan pemberkasan selesai, berkas penyidikan akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. 

Halaman
12
Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved