Breaking News:

Berita Pendidikan

Fakultas Ekonomi USM Beri Pelatihan Pengelolaan Manajemen Usaha Penjual Jamu Gendong Wonolopo

pemasaran jamu gendong di Wonolopo sudah berjalan dengan baik dengan membagi wilayah penjualan untuk masing-masing penjual jamu

Istimewa
Tim pengabdian masyarakat FE USM foto bersama saat memberikan pelatihan pengelolaan manajemen usaha yang efisien kepada para penjual jamu gendong di Wonolopo, Mijen, Kota Semarang, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan pengelolaan manajemen usaha yang efisien kepada para penjual jamu gendong di Wonolopo, Mijen, Kota Semarang.

Tim pengabdian masyarakat terdiri dari dosen FE USM yaitu Emaya Kurniawati, Adijati Utaminingsih dan Witjaksono. Ketua tim sekaligus narasumber pelatihan tersebut, Adijati Utaminingsih, menyampaikan pelatihan tersebut sebagai bagian tugas dosen dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Peserta yang terdiri dari penjual jamu gendong menerima pembelajaran tentang manajemen pengelolaan usaha yang efisien dan proses pembuatan jamu segar yang baik dan benar sesuai protokol kesehatan.

"Kegiatan ini membuka wawasan dan pengetahuan para penjual jamu tentang pentingnya menjalankan usaha dengan benar dan efisien serta menghasilkan jamu yang berkualitas dengan menjalankan proses pembuatan jamu segar yang benar dan higienis," kata Adijati Utaminingsih, dalam keterangannya di Semarang, Selasa (30/3/2021).

Dikatakannya, pengelolaan usaha yang efisien didasarkan pada pengelolaan sumber daya yang tepat meliputi modal, tempat usaha, bahan baku, peralatan dan tenaga kerja yang handal.

Mengelola usaha yang efisien dan efektif terdiri dari beberapa unsur. Pertama mengelola proses produksi jamu yang baik dan benar sesuai protokol kesehatan.

"Meliputi pemilihan bahan baku jamu yang segar dan berkualitas, tahapan penanganan bahan baku yang benar dan memenuhi persyaratan kesehatan, pemilihan peralatan yang food grade serta aspek kebersihan diri, peralatan dan lingkungan," paparnya.

Anggota tim, Witjaksono menyampaikan materi tentang pengelolaan manajemen usaha yang efisien. Menurutnya, hal itu penting agar usaha dapat berkembang maksimal.

"Termasuk dalam pengelolaan pemasaran usaha juga harus menentukan pasar sasaran yang tepat dan memenuhi keinginan serta selera pasar yang tepat," tambahnya.

Dikatakannya, pemasaran jamu gendong di Wonolopo sudah berjalan dengan baik dengan membagi wilayah penjualan untuk masing-masing penjual jamu.

Pemasarannya sudah tersebar di berbagai pasar di Kota Semarang antara lain pasar Ngaliyan, Pasar Simongan, Pasar Karanggayu, Pasar Sampangan, Pasar Brumbungan dan Pasar Bulu.

"Kualitas jamu gendong untuk masing-masing pasar dibedakan sesuai selera dan keinginan pasar setempat. Hal ini menggambarkan penjual jamu gendong dari Wonolopo ini sangat memperhatikan kebutuhan dan keinginan pasar sehingga penjualan berjalan dengan mudah dan cepat," tandasnya.

Ketua paguyuban jamu gendong Sumber Husodo, Wonolopo, Mijen, Kholidi menyampaikan rasa kegembiraannya kepada tim pengabdian masyarakat FE USM.

Kholidi mengatakan, adanya pelatihan tersebut dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang pengelolaan usaha dan produksi jamu yang benar serta dapat bertukar pikiran tentang masalah-masalah yang dihadapi selama ini.

"Harapan ke depan, pengabdian ini dapat terus berkelanjutan karena masih banyak wawasan dan pengetahuan lain yang ingin kami peroleh demi kemajuan dan pengembangan usaha jamu gendong Wonolopo," harapnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved