Breaking News:

Berita Blora

Pemkab Blora Matangkan Rencana Rute Penerbangan Citilink di Bandara Ngloram Cepu

Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah hal, di antaranya skema pembiayaan block seat atau subsidi

Istimewa
Landasan pacu Bandara Ngloram Cepu, Blora 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Pemerintah Kabupaten Blora akan kembali bertemu dengan manajemen maskapai Citilink.

Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah hal, di antaranya skema pembiayaan block seat atau subsidi.

"Besok pertemuan dengan Citilink, membahas soal skema pembiayaan apakah itu block seat atau subsidi. Tapi dari pihak Citilink sudah tertarik. Tinggal kita konkretkan soal penumpangnya nanti gimana itu yang jadi pertanyaan," ujar Arief Rohman, Selasa (30/3/2021).

Sebelumnya pada 17 Maret 2021 manajemen Citilink telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Blora. Pada pertemuan itu juga diundang sejumlah instansi, termasuk pemerintah kabupaten tetangga.

Pertemuan yang sekaligus menjadi ajang cek potensi pasar itu disambut hangat. Sejumlah instansi sepakat jika Bandara Ngloram Blora segera beroperasi.

"Tinggal nanti kita konkretkan, soal penumpang nanti bagaimana, kami nunggu pembicaraan dengan Citilink besok," kata Arief.

Di luar itu, kata dia, persiapan infrastruktur bandara sampai saat ini juga masih berlangsung. Misalnya saja perpanjangan area landasan pacu yang ditanggung pemerintah pusat, kemudian pembangunan terminal yang sampai saat ini masih berjalan. Untuk itu, Arief optimistis jika sebelum lebaran Bandara Ngloram sudah beroperasi.

"Untuk infrastruktur jalan dan terminal ini kan baru pembangunan. Kalau penerbangannya tertarik mestinya bisa (sebelum lebaran).  Sejauh ini baru Citilink.

Sebelumnya diberitakan, Senior Sales Manager Citilink, Rahmakika, membeberkan, jika memang maskapainya jadi membuka rute penerbangan di Ngloram, maka harga jual tiket maksimal penerbangan dari Halim Perdanakusuma-Ngloram yakni Rp 1.520.510, sementara harga jual minimalnya yakni sebesar Rp 581.000.

Sedangkan untuk rute Ngloram-Halim Perdanakusuma, harga jual tiket maksimal yakni sebesar Rp 1.480.510, sementara untuk jual tiket minimal yakni sebesar Rp 541.000.

Rahmakika melanjutkan, dari hitungan yang telah pihaknya lakukan, biaya operasional penerbangan dari Halim ke Ngloram dan sebaliknya yakni sebesar Rp 127.980.000.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Dewandaru, Ariadi Widiawan, mengatakan, bahwa bandara Ngloram telah beberapa kali dilakukan pendaratan pesawat. Artinya, untuk landasan pacu sudah siap, meski maksimal yang bisa mendarat pesawat jenis ATR-72. (*)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved