Breaking News:

14 Negara Prihatin, Laporan WHO soal Asal Usul Covid-19 Dinilai Tak Memuaskan

tim WHO yang terdiri dari 17 pakar menyusun kesimpulan yang menyebut bahwa sangat tidak mungkin covid-19 muncul dari kebocoran laboratorium.

ISHUTTERSTOCK/Orpheus FX
Ilustrasi varian baru virus corona, mutasi virus corona.(SHUTTERSTOCK/Orpheus FX) 

JENEWA, TRIBUN - Sekira 14 negara menyuarakan keprihatinan atas laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang asal usul virus corona.

Hal itu menyusul hasil investigasi yang dinilai tidak dapat memberikan jawaban memuaskan.

Awalnya, perilisan laporan investigasi itu sempat tertunda dengan alasan kurangnya akses ke data secara penuh.

Di sisi lain, kepala badan tersebut menyerukan penyelidikan lebih lanjut terhadap semua teori, termasuk klaim virus corona menyebar akibat kebocoran laboratorium.

Dilansir Tribunnews dari Al Jazeera, laporan studi yang dibagikan pada Selasa (30/3) berdasarkan atas penyelidikan oleh Badan Misi Pencari Fakta ke kota Wuhan, China, episentrum virus corona.

Setelah kunjungan selama empat pekan, tim WHO yang terdiri dari 17 pakar internasional menyusun kesimpulan dalam laporan tersebut. Disebutkan bahwa sangat tidak mungkin covid-19 muncul dari kebocoran laboratorium.

Teori kebocoran laboratorium merupakan klaim yang pertama kali diajukan oleh Amerika Serikat (AS) tahun lalu. Saat itu, China membantah keras tuduhan tersebut.

Sebaliknya, para ilmuwan menerangkan bahwa sangat mungkin bahwa virus corona ditularkan antara manusia melalui inang perantara, dan kemungkinan besar virus ditularkan ke manusia dari hewan.

Pada Selasa (30/3), sebanyak 14 negara, termasuk AS, Australia, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, dan Israel memberikan tanggapan tentang laporan asal-usul virus corona yang ditemukan tim WHO.

Jepang, Latvia, Lituania, Norwegia, Republik Korea, Slovenia dan Inggris juga menandatangani pernyataan bersama.

Halaman
12
Editor: Vito
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved