Breaking News:

Berita Sragen

Ada 461 Bangunan Liar di Sepanjang Jalan dan Sempadan Rel Kereta Api Sragen, Akan Dibongkar?

Sebanyak 461 bangunan liar berada di sepanjang jalur kereta api dan jalan dari Kecamatan Sumberlawang hingga Kecamatan Kalijambe, Sragen

TribunJateng.com/Mahfira Putri
Perlintasan kereta api di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan Kecamatan Kalijambe Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 461 bangunan liar berada di sepanjang jalur kereta api dan jalan dari Kecamatan Sumberlawang hingga Kecamatan Kalijambe, Sragen.

436 bangunan yang berada di kiri maupun kanan sepanjang jalur diantaranya berada di wilayah PT KAI sementara sebanyak 25 bangunan berada di wilayah jalan Provinsi Jateng.

Bangunan liar tersebut rencananya akan dilakukan sterilisasi oleh Pemkab Sragen dalam hal ini akan dilakukan oleh Satpol-PP Sragen.

Seluruh pemilik bangunan liar tersebut mengikuti sosialisasi penataan ruang milik jalan dan sempadan rel kereta api wilayah Kalijambe, Gemolong dan Sumberlawang di IPHI Gemolong, Rabu (31/3/2021).

"Ada sekitar 436 bangunan yang ada di sisi kiri maupun kanan rel tidak memiliki ikatan apapun dengan kereta api sehingga mereka melakukan pembangunan tanpa izin ke PT KAI dan juga pemda." 

"Sehingga memang ada rencana pelaksanaan untuk sterilisasi jalur di Sumberlawang Kalijambe," kata Deputy Vice President PT KAI (Persero) Daop 6 yk Ary Mulyono ketika rapat koordinasi dengan Pemkab Sragen (23/3/2021) lalu.

Satpol-PP Provinsi Jawa Tengah Kasi Binwas, Surono mengatakan untuk melakukan sterilisasi harus dilakukan terlebih dahulu sosialisasi kepada pemilik bangunan liar.

Dalam sosialisasi itu pemilih harus meninggalkan tempat tanpa syarat selama 15 hari setelah sosialisasi. Jika setelah dua pekan tidak ada pergerakan baru akan diberikan Surat Peringatan (SP).

"Harus sosialisasi terlebih dahulu setelah itu kita beri waktu 15 hari. Jika belum meninggalkan bangunan bisa memberikan SP pertama yang berlaku 7 hari," kata Surono.

Surono melanjutkan jika pemilik masih belum meninggalkan dan meratakan bangunan dalam SP pertama akan dilanjutkan SP 2 yang berlaku tiga hari dan terakhir SP 3 yang berlaku tiga hari.

Rapat yang dilakukan 23 Maret itu dipimpin langsung oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di ruang Citrayasa Rumdin Bupati Sragen.

Sementara itu Bupati Yuni mengatakan pada pertengahan April surat peringatan tersebut akan diberikan agar memberikan waktu kepada para pemakai untuk membongkar sendiri.

"Target kami adalah setelah lebaran nanti barangkali semua sudah bisa clear sehingga kita bisa action. Apabila sebelum lebaran berarti tugas kami di Pemkab Sragen untuk membongkar," katanya. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved