Breaking News:

Berita Pemalang

Buntut Desas-desus Pemotongan BPNT Pemalang, Pelaku Seni Gelar Aksi, Minta Kasus Diusut Tuntas

Diketahui beberapa waktu lalu, tersebar rekaman pembicaraan menyoal pemotongan dana BPNT ke setiap KPM sebesar Rp 4,500

TribunJateng.com/Budi Susanto
Aksi pelaku seni tradisional di depan gedung DPRD Kabupaten Pemalang, mereka menggelar aksi protes terkait desas-desus pemotongan BPNT, Rabu (31/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Puluhan pelaku seni tradisional datangi kantor DPRD Kabupaten Pemalang

Mereka datang ke kantor DPRD untuk menyuarakan protes, terkait dugaan adanya upeti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

Diketahui beberapa waktu lalu, tersebar rekaman pembicaraan menyoal pemotongan dana BPNT ke setiap KPM sebesar Rp 4,500.

Bahkan dalam rekaman itu, oknum anggota DPRD disebut sebagai pengepul dana untuk diberikan ke  berbagai pihak.

Buntut dari desas-desus pemotongan dana BPNT di Pemalang itu, membuat pelaku seni tradisional gerah, dan menggelar aksi di depan gedung DPRD. 

Puluhan pelaku seni yang ikut dalam unjuk rasa juga memainkan kesenian kuda lumping, lengkap dengan iringan gamelan. 

Andi Rustono, koordinator aksi menuturkan, para pelaku seni di Pemalang gerah, serta meminta DPRD mengusut oknum yang disebutkan dalam rekaman. 

"Adanya BPNT sangat diharapkan oleh pelaku seni, karena mereka sangat terdampak adanya pandemi. Namun dana tersebut justru dipotong, untuk itu kami gelar aksi protes," jelasnya, Rabu (31/3/2021).

Dilanjutkannya, massa juga membawa perangkap tikus yang diisi seekor tikus untuk diserahkan ke pimpinan DPRD. 

"Kami ingin melakukan audensi dengan anggota DPRD berinisial FH yang disebutkan dalam rekaman yang beredar luas. Kalau tidak ditemui, kami akan serahkan perangkap tikus beserta tikusnya, sebagai bentuk kekecewaan kami," jelasnya. 

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved