Breaking News:

Insentif PPnBM Otomotif bakal Dongkrak Kredit Kendaraan Perbankan

Berbagai program pemerintah, terutama pembebasan PPnBM sudah berhasil mendorong masyarakat mulai membeli mobil.

Editor: Vito
dok TRIBUN JATENG
ilustrasi kredit mobil 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Langkah pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi lewat insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil 1.500 CC mulai Maret, dilanjutkan dengan mobil 2.500 cc mulai April, diyakini bakal mendongkrak kredit otomotif perbankan tahun ini.

EVP Consumer Loan PT Bank Mandiri Tbk, Ignatius Susatyo mengamini hal itu. Menurut dia, tahun lalu saat awal pandemi dan proses restrukturisasi kredit membuat perbankan lebih ketat menyalurkan kredit.

Selain itu, masyarakat lebih menahan diri untuk tidak membeli kendaraan, sedangkanperbankan masih menyaratkan Down Payment (DP) relatif besar, dan bunga kredit juga masih relatif mahal.

“Tahun ini ada relaksasi kebijakan PPnBM, suku bunga mulai rendah, Gaikindo juga menargetkan pertumbuhan dari 550.000 unit ke 750.000 unit. Oleh sebab itu, pencairan kredit otomotif Bank Mandiri bisa mencapai Rp 15 triliun per bulan tahun ini. Tahun lalu sekitar Rp 10 triliun per bulan,” katanya, kepada Kontan, baru-baru ini.

Satyo menuturkan, kredit otomotif di Bank Mandiri dilakukan bekerja sama dengan dua anak perusahaan, yakni PT Mandiri Tunas Finance (MTF) dan PT Mandiri Utama Finance (MUF).

Ia berujar, sebesar 60 persen pembiayaan yang dilakukan kedua anak perusahaan dilakukan dengan skema joint financing dengan Bank Mandiri.

Direktur MTF, Harjanto Tjitohardjojo menyatakan, kebijakan diskon PPnBM telah memberikan dampak cukup baik bagi bisnis otomotif. Hal itu terlihat dari adanya kenaikan rata-rata surat pesanan kendaraan mulai 150-160 persen.

“Begitupun dengan pembiayaan MTF, bila pada Februari 2021 itu Pipeline & Golive pembiayaan baru mencapai Rp 2,17 triliun. Naik menjadi Rp 2,3 triliun pada Maret 2021,” jelasnya.

Senada, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menilai berbagai kebijakan pemerintah dalam memberikan relaksasi untuk kendaraan bermotor dapat menjadi satu pendorong tumbuhnya kredit perbankan di tahun ini, meski perseroan mencermati pandemi telah memberikan dampak yang besar pada kredit kendaraan bermotor (KKB).

“Sepanjang 2020, pada portofolio kredit konsumer, KKB terkontraksi 22,6 persen yoy menjadi Rp 36,9 triliun. Kami berharap geliat bisnis konsumer akan segera pulih sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah, regulator, dan otoritas perbankan,” ujar Direktur BCA, Santoso.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved