Breaking News:

Berita Salatiga

MPR RI Tetapkan Salatiga Sebagai Kota Empat Pilar

MPR-RI menetapkan Kota Salatiga, Jawa Tengah sebagai Kota Empat Pilar, Rabu (31/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARI
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyerahkan piagam penghargaan sebagai Kota Empat Pilar kepada Wali Kota Salatiga di Rumah Dinas Walikota, Rabu (31/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia (MPR-RI) menetapkan Kota Salatiga, Jawa Tengah sebagai Kota Empat Pilar, Rabu (31/3/2021). 

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan sebelum menetapkan Kota Hati Beriman menjadi Kota Empat Pilar telah melalui banyak pertimbangan. 

"Antara lain lima kali dinobatkan sebagai kota yang paling toleran di Indonesia. Ini artinya apa, nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar bernegara yakni Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI insya Allah dapat dilihat langsung di Salatiga," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Rumah Dinas Walikota Salatiga, Rabu (31/3/2021) 

Menurut Bambang Soesatyo, peristiwa bom bunuh diri di Makasar beberapa waktu lalu sangat mencederai nilai-nilai keindonesiaan dan nilai agama. 

Ia menambahkan, tidak ada agama apapun yang mengajarkan untuk saling menyakiti dan menciptakan keresehan. Dia menilai, adanya kejadian itu adalah upaya mengadu domba antar umat beragama. 

"Maka tugas kita bersama adalah menjaga apa yang diwariskan pendiri bangsa. Menyemai semangat gotong royong, kerukunan, dan mengembangkan. Kita tentu tidak ingin bernasib sama kayak negara di Timur Tengah," katanya

Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyatakan terdapat banyak suku, dan agama yang ada di Indonesia tinggal di Kota Salatiga. Sehingga, perbedaan menjadi hal biasa tetapi dalam hal kondusivitas dan kerukunan sangat terjaga. 

Pihaknya mengungkapkan, peran tokoh agama dan masyarakat serta berbagai organisasi turut memberikan andil menjaga dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan serta toleransi. 

"Pada RW 1 Kutowinangun Lor Tingkir selama ini dikenal sebagai kampung wawasan kebangsaan. Lalu ada kampus UKSW yang memiliki mahasiswa sangat heterogen, sehingga jika dihitung ada 39 etnis dan lebih 800 WNA hidup di Salatiga," ujarnya. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved