Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kesehatan Bayi

Apakah Bayi Boleh Diberi Bedak?

Bedak bayi bukan untuk kosmetik maupun mengobati gatal, melainkan lebih untuk membuat nyaman dan harum pada bayi.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Dokter Spesialis Anak RSIA Hermina Mutiara Bunda Salatiga, dr. Muhammad Saifulhaq Maududi, M.Si.Med, Sp.A.  

Penulis : Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Apakah bayi boleh diberi bedak?

Itulah kalimat yang baru-baru ini sering dipertanyakan para mamah muda yang baru dikaruniai anak.

Beda Bedak Bayi dan Dewasa

Bedak tersedia untuk dewasa dan bayi atau anak-anak.

Jika untuk dewasa, bedak biasanya dipakai untuk kosmetik atau ada juga untuk gatal-gatal.

Sedangkan untuk bedak bayi, fungsinya berbeda.

Bedak bayi bukan untuk kosmetik maupun mengobati gatal, melainkan lebih untuk membuat nyaman dan harum pada bayi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dokter Spesialis Anak RSIA Hermina Mutiara Bunda Salatiga, dr. Muhammad Saifulhaq Maududi, M.Si.Med, Sp.A kepada Tribunjateng.com. 

Dia menerangkan, bayi cenderung diberi bedak karena mungkin lebih kepada tradisi.

Sebab, sejak dulu, khususnya di Indonesia, semua bayi diberi bedak setelah mandi.

Namun, di luar negeri belum tentu sama seperti itu.

Saiful melanjutkan, bedak memang memberi manfaat bagi bayi supaya menjadi harum dan mungkin lebih nyaman.

Namun, lanjut dia, harus berhati-hati agar tidak menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan ketika memberikan bedak secara tidak tepat. 

"Penggunaan bedak pada bayi sendiri tidak memiliki patokan khusus terkait usia, kapan boleh mulai digunakan. Sebenarnya, bedak lebih pada bagaimana cara dan memilih agar tepat sesuai kebutuhan. Jika dilakukan dengan benar, bedak insyaallah aman digunakan untuk bayi," jelasnya.

Namun, dia bilang terdapat beberapa hal yg perlu diperhatikan.

Hindari Wajah Bayi

Pertama, hindari penggunaan bedak pada wajah karena bisa menyebabkan terhirupnya partikel bedak masuk ke saluran nafas bayi.

Hal ini berbahaya jika telah berlangsung lama karena bisa memicu gangguan paru-paru.

Hindari Kemaluan Bayi

Lalu kedua, jelas Saiful, hindari daerah kemaluan untuk diberi bedak, terutama bayi perempuan. Karena, justru bedak nantinya bisa menyebabkan kotor dan berisiko pada kesehatan area genital.

"Yang aman dan nyaman menaburkan bedak pada bayi biasanya di area badan agar tidak terlalu berkeringat. Namun, pemberiannya pada saat kulit bayi kering. Jangan diberikan bedak saat berkeringat atau kulit bayi masih basah. Pemberian bedak juga sebaiknya tidak asal tabur. Letakkan bedak di tangan, lalu dioleskan ke badan atau bagian yg ingin diberi bedak. Hal itu perlu dilakukan agar partikel-partikel bedak tidak terbang-terbang yang dapat terhirup oleh bayi," paparnya.

Saiful menjelaskan, hal-hal di atas wajib diperhatikan dan diketahui oleh para orangtua.

Selain beberapa hal di atas, dia menyarankan juga sebaiknya bayi yang diberi bedak selalu diperhatikan saat mandi agar sisa bedak dibersihkan. 

"Jangan dibiarkan masih menempel sebagian di badan bayi dalam keadaan basah. Pastikan bahwa bedak tidak digunakan di daerah selaput lendir dan kulit yang luka atau iritasi. Kemudian terakhir, bahan bedak yang tidak boleh digunakan pada bayi adalah bahan-bahan iritatif yg bisa memicu iritasi pada kulit bayi. Sebab, pada dasarnya kulit bayi masih sangat sensitif," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved