Breaking News:

Umi Azizah

Bupati Tegal Masih Tunggu Kebijakan Larangan Mudik dari Pemerintah Pusat

Bupati Tegal Umi Azizah, sepenuhnya mendukung dan mengikuti anjuran pemerintah yang melarang mudik.

Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Bupati Tegal Umi Azizah, saat ditemui di rumah dinas Bupati pada Kamis (1/4/2021). Pada kesempatan ini Bupati Umi ditanya mengenai larangan mudik lebaran 2021, prinsipnya ia mengikuti aturan pusat dan masih menunggu kebijakan resminya seperti apa.  

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah, sepenuhnya mendukung dan mengikuti anjuran pemerintah yang melarang mudik lebaran 2021.

Mengingat sampai saat ini Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19 tak terkecuali di wilayah Kabupaten Tegal.

Namun Umi mengaku, pihaknya masih menunggu kebijakan atau putusan resmi dari pemerintah pusat mengenai larangan mudik lebaran ini.

Secara pribadi, Umi memahami jika momen lebaran memang identik dengan mudik, pulang kampung bahkan bisa dibilang hal yang paling ditunggu sebagian masyarakat.

Karena pada momen lebaran ini ajang untuk berkumpul dengan keluarga dan momen sakral lainnya.

Tapi karena masih dalam masa pandemi Covid-19 sehingga perlu adanya penyesuaian.

"Saya sangat paham bahwa untuk sebagian masyarakat lebaran ini adalah momen sakral. Tapi disisi lain pemerintah juga memiliki kebijakan sendiri, sehingga bagaimana caranya supaya menyeimbangkan antara hajat masyarakat dengan imbauan dari pemerintah. Intinya sampai saat ini kami masih menunggu kebijakan pusat dan nantinya disesuaikan dengan kearifan lokal," papar Umi, pada Tribunjateng.com, Kamis (1/4/2021).

Umi berharap, adanya aturan larangan mudik lebaran ini tidak menjadi polemik tersendiri atau mengganggu momen lebaran itu sendiri.

Karena baik dari pemerintah pusat maupun daerah, ketika membuat atau mengambil suatu kebijakan tentu tidak asal dan melalui kajian-kajian yang detail.

Sehingga nantinya bisa diputuskan kebijakan yang sesuai atau sejalan dengan harapan masyarakat.

"Saya ingin masyarakat tetap bisa menjalankan hari raya dengan khidmat, selain itu masyarakat tetap produktif, dan melakukan pencegahan Covid-19, intinya kesehatan yang menjadi hal utama demi kebaikan bersama," pungkasnya.

(*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved