Breaking News:

Berita Salatiga

Canangkan Salatiga Kota Vanili, Mentan Syahrul Yasin Limpo Ajak Daerah Kembangkan Tanaman Vanili

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak pemerintah daerah turut mengembangkan tanaman vanili karena nilai ekonominya sangat tinggi.

Tribun Jateng/ M Nafiul Haris
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo saat melakukan penanaman bibit vanili dilokasi lahan pembibitan di Sekretariat Asosiasi Petani Vanili Salatiga, Rabu 

Penulis: M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak pemerintah daerah turut mengembangkan tanaman vanili karena nilai ekonominya sangat tinggi.

Menurut menteri yang akrab disapa SYL tersebut komoditi tanaman vanili memiliki nilai ekonomis perkilogram Rp 2 juta.

Adapun negara pangsa pasar terbuka antara lain Thailand, Bulgaria, Jerman, Denmark, India, Perancis, dan Belanda.

"Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, petani, pelaku usaha, pemimpin daerah dan penyelenggara negara harus bersinergi karena persoalan yang dihadapi tidak bisa dihadapi sendiri-sendiri," terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai Pencanangan Salatiga Kota Vanili di Sekretariat Asosiasi Petani Vanili Salatiga, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: MPR RI Tetapkan Salatiga Sebagai Kota Empat Pilar

Baca juga: UKSW Salatiga Ciptakan Permen Penangkal Covid-19

Baca juga: Wali Kota Salatiga Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar

Baca juga: Respon Aksi Bom Bunuh Diri di Makasar, Polres Salatiga Perketat Pengamanan Gereja

Ia menambahkan, kinerja ekspor pertanian pada Januari-Desember 2020 sebesar Rp 451,8 triliun atau naik 15,79 persen dibanding periode yang sama 2019 sebesar Rp 390,2 triliun. 

Mentan RI menyatakan, potensi pengembangan vanili harus dimanfaatkan seoptimal mungkin termasuk pada wilayah hilirisasinya.

Kemudian, pengelompokan pada petani dan pabrik pengolahan skala kecil.

"Karena di tengah pandemi Covid-19 salah satu yang paling siap adalah pertanian. Ekspore kita terakhir sebesar 549 triliun, itu setara 16,4 persen pertumbuhan ekonomi nasional. Vanili juga banyak digunakan untuk obat, farmasi, kosmetik, dan campuran makanan," katanya.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyampaikan tanaman vanili ini telah lama dibudidayakan oleh penduduk Kota Salatiga.

Saat ini lanjutnya, jumlahnya berkisar 8.900 batang yang ditanam di lahan sekitar 7,74 hektare.

Yuliyanto mengungkapkan, dalam upaya dalam pengembangan vanili Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga memberikan bantuan bibit bersertifikat sebanyak 3.000 batang dan pupuk organik 12 ribu kilogram sebagai bentuk pembinaan dan pemberdayaan kepada kelompok tani.

Baca juga: Pemkot Salatiga Usulkan 142 Formasi CPNS dan 209 PPPK ke Kemenpan-RB, Ini Detailnya

Baca juga: Respon Aksi Bom Bunuh Diri di Makasar, Polres Salatiga Perketat Pengamanan Gereja

Baca juga: Dishub Salatiga Minta Pelaku Transportasi Segera Divaksin Covid-19 Karena Tidak Ada Larangan Mudik

Baca juga: Pembayaran Insentif Nakes di RSUD Salatiga Nunggak Rp 1,9 Miliar 

"Kami juga telah membentuk Asosiasi Petani Vanili yang saat ini mengelola 5.900 batang di lahan seluas 30.572 meter persegi di dukung pusat pelatihan pertanian dan perdesaan percaya atau P4S dan lain sebagainya," ujarnya

Kepala Dinas Pertanian Kota Salatiga Nunuk Dartini menjelaskan di Salatiga saat ini terdapat 45 orang petani vanili dan tahun ini ditargetkan penambahan pengadaan bibit sebanyak 6000 batang untuk mengembangkan kebun bibit di Kelurahan Kauman Kidul. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved