Breaking News:

Berita Salatiga

Cek Persiapan PTM di Salatiga, Komisi X Minta Pemerintah Alokasikan Kuota Vaksin Bagi Guru Dipenuhi

Komisi X DPR RImeminta pemerintah pusat memberikan alokasi kuota vaksin khusus bagi tenaga pendidik.

TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Komisi X DPR RI saat meninjau persiapan uji coba PTM di SMP 2 Salatiga, Kamis (1/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Komisi X DPR RI yang membidangi kerja pendidikan, olahraga, pariwisata dan ekonomi kreatif meminta pemerintah pusat memberikan alokasi kuota vaksin khusus bagi tenaga pendidik sebelum diberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Bidang Pendidikan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Abdul Fikri Fakih mengatakan dari pantauan langsung yang dilakukan sebelum PTM diberlakukan sebaiknya pemerintah memvaksin seluruh guru.

"Tetapi pada pertama kali dibuka penularan virus Corona (Covid-19) justru kasusnya naik, artinya tidak sukses. Makanya sekarang, kita harus meminta masukan semua pemangku kepentingan pendidikan termasuk dokter anak. Lalu, kuota vaksinasi guru harus dipenuhi pemerintah," terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai meninjau uji coba PTM di SMP 2 Salatiga, Kamis (1/4/2021)

Menurut Fakih, persoalan vaksinasi bagi guru menjadi kendala utama diberlakukannya PTM. Kemudian, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang ada sekarang dinilai justru banyak ditemukan siswa tidak paham.

Ia menambahkan, tidak kalah penting persoalan pendidikan karakter terhadap siswa selama PJJ tidak dapat berjalan maksimal.

"Nah, berdasarkan survei yang dilakukan sekira 60-80 persen orangtua maupun siswa di Salatiga menyetujui PTM. Tapi masalahnya vaksin, jadi kalau bisa kuota vaksin untuk guru ini jelas seperti halnya bagi TNI maupun Polri," katanya

Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Yuni Ambarwati mengakui baru sebanyak 300 guru mendapat penyuntikan vaksin Covid-19 dosis pertama.

Meskipun demikian, ditargetkan dalam waktu dekat ini akan ada jatah vaksinasi bagi guru. Karenanya apabila PJJ terus diperpanjang pendidikan karakter bagi siswa akan menurun termasuk minat belajarnya.

"Kalau kebutuhan vaksin guru mulai PAUD, SD, SMP sekitar 3000. Adapun SMA dan SMK secara bertahap data telah masuk di Dinas Kesehatan Kota Salatiga," ujarnya

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah, mengaku baru sekitar 300 tenaga pendidik yang akan mengikuti PTM telah disuntik vaksin dosis pertama.

Dia mengungkapkan, kendala yang terjadi selama ini karena kekurangan stok vaksin. Vaksin yang diberikan ke tenaga pendidik lanjutnya, merupakan jatah untuk warga lanjut usia (lansia).

"Saat ini Salatiga masih membutuhkan tambahan vaksin sekitar 3.000 dosis. Vaksin sebanyak itu memenuhi kebutuhan vaksinasi bagi lansia, pelayan publik, pengurus KONI, dan juga guru," tuturnya. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved