Breaking News:

Berita Kudus

Jelang Simulasi Pembelajaran Tatap Muka, SMP N 1 Jekulo Matangkan Persiapan

SMP Negeri 1 Jekulo mematangkan persisiapan jelang simulasi pembelalajaran tatap muka pada 6 April 2021 nanti. Rapat koordinasi dengan dinas kesehata

TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN
Kepala Sekolah SMP N 1 Jekulo Sudjawo (tengah)  memaparka  persiapan simulasi pembelajaran tatap muka kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kudus Harjino Widada (kiri).(\ 

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Jekulo mematangkan persisiapan jelang simulasi pembelalajaran tatap muka pada 6 April 2021 nanti. Rapat koordinasi dengan dinas kesehatan, kepolisian, TNI, dan pihak desa digelar untuk memastikan pembelajaran secara tatap muka itu berjalan sesuai prosedur. 

Kepala SMP N 1 Jekulo Sudjarwo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan fasilitas protokol kesehatan secara lengkap. Ketika murid masuk sekolah, ujar diia, akan diperiksa dengan alat pengecek suhu badan (thermogun), kemudian disuruh cuci tangan. Tidak cukup itu saja, di kelas juga sudah disiapkan handsanitizer. 

Menurutnya, pembelajaran tatap muka yang berlangsung diikuti sembilan kelas yang terdiri dari kelas VII tiga kelas, kelas VIII tiga kelas, kelas IX tiga kelas. Jumlah keseluruhan murid yang mengikuti pembelajaran non daring ini 108, di mana setiap kelasnya diisi 12 murid.

”KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) selama dua jam. Mulai pukul 08.00 hingga 10.00 Wib. Setelah itu anak-anak pulang,” kata Sudjarwo kepada Tribun Jateng, Rabu, (31/3/2021).

Dia menambahkan, setelah pulang petugas dari sekolah akan memantau murid pulangnya tidak boleh menggerombol dan maskernya tidak boleh dilepas. Petugas, lanjut dia, akan memastikan orangtua murid sudah menjemput di depan sekolah, khusus yang rumahnya jauh.

Sudjarwo menuturkan, murid yang mengikuti pembelajaran tatap muka atas seizin orangtua murid. Selain itu juga, jarak rumah dan sekolah dekat dan orangtua yang bersedia antarjemput.

”Jumlah murid yang berdimisi di Desa Hadipolo 191. Dari jumlah itu kami sampaikan  izin kepada orangtua untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Ternyata tidak dapat izin 5 orang. Jadi tinggal 186 orang. Sedang aturannya (pembelajaran tatap muka) maksimal 110 siswa,” imbuhnya.

Dia menyatakan melalui persiapan yang terus dilakukan dan rapat koordinasi dengan beberapa pihak, sekolahnya siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Bupat Kudus HM Hartopo mengatakan simulasi pembelajaran tatap muka yang boleh dibolehkan dengan syarat tidak ada satu warganya di kecamatan tersebut yang positif Covid. 

Halaman
12
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved