Breaking News:

Gaya Hidup

Keluarga Doktor Tuswadi di Banjarnegara Sepakat Hidup Tanpa TV

Keluarga Dr Tuswadi, anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia bersama istri dan 4 putrinya yang masih sekolah sejak dahulu tidak memiliki televisi.

Tribun Jateng/ Khoirul Muzaki
Dr Tuswadi dan keluarganya hidup tanpa televisi di rumah, diganti dengan budaya literasi. 

Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Televisi menjadi barang yang tak terpisahkan dari kehidupan kebanyakan keluarga.

Terlebih, harga barang elektronik itu terjangkau oleh semua kalangan, baik miskin atau kaya.

Bahkan tak jarang, dalam sebuah keluarga, ada lebih dari satu buah televisi di satu rumah. 

Tetapi ini tidak berlaku bagi sebuah keluarga seorang doktor di Kabupaten Banjarnegara

Keluarga Dr Tuswadi, anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia bersama istri dan 4 putrinya yang masih sekolah sejak dahulu tidak memiliki televisi.

Anak-anak Dr Tuswadi meluangkan waktu untuk belajar di rumah.
Anak-anak Dr Tuswadi meluangkan waktu untuk belajar di rumah. (Tribun Jateng/ Khoirul Muzaki)

Tentu bukan karena mereka tidak punya uang untuk membeli televisi.

Mereka punya alasan tersendiri untuk menghindari media televisi di rumah. 

Dr Tuswadi sehari-hari menjabat sebagai Direktur Politeknik Banjarnegara

Ia dan istrinya, Dr Wiji Astuti, sama-sama berprofesi guru bahasa Inggris.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved