Breaking News:

Berita Karanganyar

Polres Karanganyar Lakukan Sterilisasi Gereja-gereja Jelang Perayaan Paskah

Anggota Sat Sabhara Polres Karanganyar melakukan sterilisasi di gereja-gereja menjelang Paskah 2021. 

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Anggota Sat Sabhara Polres Karanganyar saat melakukan sterilisasi di gereja Santo Pius X Karanganyar, Kamis (1/4/2021). 

TRIBUNJATENG,COM, KARANGANYAR - Anggota Sat Sabhara Polres Karanganyar melakukan sterilisasi di gereja-gereja menjelang dimulainya serangkaian ibadah menjelang perayaan Paskah 2021. 

Dari pantauan di Gereja Santo Pius X, sejumlah personel dilengkapi dengan metal detector diterjunkan untuk mengecek area gereja baik di halaman maupun di dalam tempat ibadah. Selain itu anjing K-9 jenis labrador tutur dikerahkan dalam sterilisasi gejera. 

Kabag Ops Polres Karanganyar, Kompol Budiarto menyampaikan, sterilisasi ini sebagai langkah awal guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan selam serangkaian perayaan Paskah. Sehingga diharapkan para jemaat yang menjalani ibadah dapat merasa aman dan nyaman. 

"Kita laksanakan di seluruh gereja yang ada di Kabupaten Karanganyar. Anggota di polsek juga melakukan hal yang sama, sterislisasi sebagai langkah awal sebelum dimulainya perayaan paskah," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (1/4/2021).

Di sisi lain, pasca terjadinya teror bom belakangan ini, Polres Karanganyar akan meningkatkan patroli wilayah terutama di tempat ibadah. Anggota di Polres dan Polsek dilibatkan, total ada sekitar 600 personel yang diterjunkan dalam pengamanan perayaan Paskah

Pastur Gereja Santo Pius X Karanganyar, Robertus Triwidodo PR berharap semoga sterilisasi ini dpaat mengantisipasi gerakan kerusuhan seperti teror bom belakangan ini yang cenderung membuat umat gelisah. Sehingga bisa menghadirkan suasana aman dan nyaman. 

Dia menjelaskan, serangkaian perayaan Paskah dimulai sore nanti dengan acara kamis putih dan puncak perayaan akan dilaksanakan pada Minggu (4/4/2021).

"Jemaat (yang hadir di gereja) harus daftar dulu, Untuk memantau, sehingga mudah melacaknya," terangnya. 

Sehingga ketika hadir ke gejera, jemaat harus menunjukan bar code yang telah diberikan saat mendaftar guna mengecek kesesuaian identitasnya. Dia menuturkan, jemaat yang hadir ke gejera harus benar-benar sehat serta usianya mulai 10 tahun hingga 70 tahun. 

Lanjutnya, jemaat yang tidak bisa hadir di gereja dapat mengikuti kegiatan ibadah secara daring.

"Kami pantau terus per lingkungan, kalau ada yang positif, radius 50 meter dari itu dan yang bersangkutan tidak bisa ikut perayaan," ucap Romo Triwidodo.

Dalam setiap serangkaian kegiatan ibadah perayaan Paskah, pihak gereja membatasi jumlah jemaat yang hadir. Maksimal 500 orang setiap kegiatan ibadah. 

"Maksimal 500 an setiap acara. tapi tingkat kehadiran paling antara 60-80 persen," pungkasnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved