Breaking News:

Berita Internasional

Seorang Pejabat Italia Tertangkap Basah Bocorkan Dokumen Rahasia ke Rusia

Beberapa orang diberhentikan oleh polisi militer karena dicurigai melakukan kejahatan serius yang berkaitan dengan spionase dan keamanan negara.

Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com/Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, ROMA - Seorang pejabat Angkatan Laut Italia diamankan polisi setelah tertangkap basah sedang memberikan dokumen rahasia kepada seorang pejabat militer Rusia.

Beberapa orang diberhentikan oleh polisi militer karena dicurigai melakukan kejahatan serius yang berkaitan dengan spionase dan keamanan negara.

Orang Rusia, yang dilaporkan bekerja di kedutaan Rusia di Italia, diperkirakan akan dikeluarkan, seperti yang dilansir dari BBC pada Rabu (31/3/2021). 

Baca juga: Ini Unggahan Terakhir Zakiah Aini di Instagram Sebelum Beraksi Serang Mabes Polri

Baca juga: Ada Kesamaan Isi Surat Wasiat Zakiah Aini Penyerang Mabes Polri dengan Pelaku Bom Makassar

Baca juga: Kisah Truk Bawa Pohon Baobab Raksasa di Jalur Pantura Tujuan Semarang, Sopir Rasakan Keanehan

Baca juga: Zakiah Aini Datang Diantar Seorang Pria Sebelum Serang Mabes Polri: Dia Tidak Turun dari Mobil

Kementerian Luar Negeri di Roma memanggil duta besar Rusia Sergey Razov dan kemudian mengusir 2 pejabat Rusia.

Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio mengatakan pasangan itu "terlibat dalam urusan yang sangat serius".

Pejabat Italia itu diidentifikasi sebagai kapten fregat angkatan laut yang bekerja di kantor Kepala Staf Pertahanan.

Kremlin mengatakan pihaknya berharap hubungan Rusia-Italia "yang sangat positif dan konstruktif akan berlanjut", tetapi Kementerian Luar Negeri Rusia diharapkan menanggapi pengusiran itu.

Apa yang terjadi di Roma?

Kelompok operasi khusus carabinieri del Ros menyerbu orang-orang itu di Roma pada Selasa malam waktu setempat (30/3/2021), "selama pertemuan rahasia antara keduanya," kata pernyataan polisi.

Mereka "ditangkap segera setelah transfer dokumen rahasia oleh pejabat Italia dengan imbalan sejumlah uang", tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved