Breaking News:

Tol Demak

Warga Terdampak Tol Demak Protes Harga Tanahnya Rp 140 Ribu, Sebut Nama Jokowi Soal Ganti Untung

Warga terdampak tol Demak melakukan protes harga tanahnya hanya Rp 140 ribu per meter persegi.

Tribun Jateng/ Mamdukh Adi
Perwakilan warga terdampak pembangunan jalan tol Semarang-Demak bersama kepala desa mengadu ke DPRD Jateng terkait penetapan harga ganti untung pembebasan lahan yang dinilai tidak sesuai aturan. 

Padahal, kata dia, tanah yang terdampak jalan tol merupakan lahan produktif.

Sama-sama lahan produktif, namun penetapan harga berbeda.

"Pak Presiden Jokowi kan sering bilang harus ganti untung. Mbok yao kami menerima yang pantas sesuai UU No 2 Tahun 2012, yaitu minimal 10 kali NJOP. Tidak susah-susah permintaan kami, harga harus sesuai aturan," tandasnya.

Sebelumnya, beberapa warga juga telah mengadu ke DPRD Kabupaten Demak, lalu diadakan audiensi.

Pihak appraisal dan KJPP juga diundang.

Namun, beberapa kali audiensi, kata dia, pihak KJPP tidak datang.

Padahal, audiensi tersebut dimaksudkan untuk mengetahui landasan atau dasar apa yang digunakan sehingga muncul angka penetapan harga tanah.

Warga hanya ingin transparansi dari pihak-pihak yang melaksanakan pembebasan lahan proyek tol yang juga diproyeksi menjadi tanggul laut ini.

Terdapat sebanyak 68 lahan di tiga desa (Karangrejo, Lo Ireng, dan Kendaldoyong) yang terdampak jalan tol seksi II.

Pada dasarnya, ia dan warga lain sangat mendukung proyek nasional pembangunan jalan tol, tidak ada niat untuk menghambatnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved