Breaking News:

Berita Kendal

BNN Kendal Garap Dua Desa di Kaliwungu Bebas Narkoba

Dua desa di Kaliwungu disebut jadi daerah yang rawan terjadi kriminalitas dan penyalahgunaan narkotika.

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal, Anna Setiyawati. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dua desa di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal, Krajan Kulon dan Kutoharjo disebut menjadi daerah yang rawan terjadi kriminalitas dan penyalahgunaan narkotika

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal, Anna Setiyawati mengatakan, Desa Krajan Kulon dan Kutoharjo menjadi fokus perhatiannya agar menjadi desa bersinar bebas dari pengalahgunaan narkoba dan kriminalitas.

Katanya, berdasarkan data yang dihimpun, daerah tersebut menunjukkan angka kriminalitas dan penyalahgunaan narkotika tertinggi dari wilayah-wilayah lain. 

Ditambah faktor permukiman yang padat, banyaknya tempat kos sehingga disinyalir besar kemungkinan terjadi pelanggaran melawan hukum.

"Kendal daerah rawan di Kaliwungu. Prioritas kami di Kecamatam kaliwungu khususnya Krajan Kulon dan Kutoharjo. Arahnya nanti ke depan, kami harapkan dua desa ini menjadi desa bersinar bebas dari kriminalitas dan narkoba," terangnya, Jumat (2/4/2021).

Lebih lanjut, beberapa program yang digarap BNN adalah Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba, hingga program rehabilitasi bagi remaja yang sudah terlanjur menjadi pemakai. 

Kata Anna, beberapa tim sudah disiapkan untuk terjun ke desa. Mereka sudah dibekali dengan bimbingan teknis saat berhadapan langsung dengan warga. Khususnya kepada para pengguna narkoba. 

Ke depan, Anna berharap bisa menggagas terwujudnya 53 desa bersinar di Kendal bebas dan bersih dari pengedaran atau penyalahgunaan narkotika.

"Pertama 4 kecamatan mulai dibentuk menjadi wilayah bersinar. Nanti ada 53 desa yang akan digarap. Tak terkecuali menyasar pondok pesantren agar semuanya bersih," ujarnya. 

Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Samsul Hidayat mengatakan, di tempatnya masih ada 78 narapidana dan tahanan dengan kasus narkotika. Jumlah ini terbilang cukup besar dari total narapidana di Lapas Kelas IIA Kendal mencapai 278 orang. 

"Dari 78 warga binaan kami, 68 di antaranya narapidana, sisanya masih tahanan yang belum diputuskan dalam pengadilan," terangnya.

Kata Samsul, kebanyakan adalah pengguna dan pecandu narkoba. Beberapa lainnya adalah pengguna obat-obatan terlarang dalam bentuk pil yang menyalahi undang-undang kesehatan. 

Ia berharap, angka pengedaran dan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Kendal bisa ditekan dan dibersihkan.

"Pihak lapas siap mendukung program BNN untuk memberantas habis penyalahgunaan narkotika. Terutama pencegahan terhadap pengendalian gelap dari dalam lapas dan penyalahgunaan di dalam lapas baik napi maupun pegawai," tegasnya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved