Breaking News:

Berita Karanganyar

Jika Warung di Gunung Lawu Ramai, Samin Bisa Angkut Barang Sehari Dua Kali

Gunung Lawu yang terletak di antara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki keunikan tersendiri.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Samin, Porter barang di Gunung Lawu. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Gunung Lawu yang terletak di antara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki keunikan tersendiri. Pendaki tidak perlu khawatir kehabisan logistik, mengingat di gunung dengan ketinggian 3.265 Mpdl itu terdapat beberapa warung yang menjajakan makanan dan minuman.

Samin (45) atau yang akrab disapa Sella Samin merupakan satu dari sekian porter barang yang mengangkut sembako serta kebutuhan lain dari basecamp pendakian hingga warung yang ada di Gunung Lawu. Warga Gondosuli Kidul Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar itu telah melakoni pekerjaan itu lebih dari tujuh tahun. 

Gunung Lawu memiliki beberapa jalur pendakian baik yang masuk wilayah Kabupaten Magetan maupun Kabupaten Karanganyar. Di antaranya jalur pendakian Cemoro Sewu wilayah Magetan, Cemoro Kandang dan Candi Cetho wilayah Karanganyar.

"Awal mula itu ada waktu longgar, diajak teman, porter kurang. Saya mau, itu bawa barang untuk didrop di warung yang ada di jalur Cemoro Sewu," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (2/4/2021).

Menjadi porter barang bukan pekerjaan yang mudah mengingat harus memiliki stamina dan fisik yang kuat. Samin menyampaikan, tidak jarang porter yang kemudian banting setir menekuni pekerjaan lain karena pertimbangan fisik dan lainnya. 

Pemilik warung di Gunung Lawu yang hendak menggunakan jasa porter biasanya telah belanja barang dagang terlebih dahulu untuk kemudian diletakkan di basecamp pendakian. Lantas pemilik warung mencari porter untuk mengangkut barang dagangan itu ke warung. 

"Biasa yang dibawa itu sembako, ya ada sayur, mie instan, air mineral, telur, bumbu dapur, beras," kata ayah tiga anak itu. 

Namun setelah menjadi pelanggan, biasanya pemilik warung akan langsung menghubungi porter secara langsung. Seperti Pak Robet, pemilik warung di Pos 4 jalur pendakian Cemoro Kandang.

Lantaran jarang belanja barang dagangan sendiri, Pak Robet meminta Samin untuk belanja barang apa saja yang dibutuhkan sekaligus mengangkutnya ke warung.

"Di tempat Pak Robet sudah bisa Hp (terdapat sinyal), kalau disuruh belanja dagangan sudah di WA dari puncak. Ada sinyal, kadang di sana video call saja bisa kok," terangnya. 

Halaman
123
Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved