Breaking News:

Berita Sragen

Kumpulkan 196 Kepala Desa, Bupati Sragen Sampaikan Tiga Hal Ini

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati melakukan rapat koordinasi dengan seluruh Kepala Desa (Kades) di Gedung Kartini, Kamis (1/4/2021).

Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memberikan sosialisasi kepada para Kades, Kamis (1/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati melakukan rapat koordinasi dengan seluruh Kepala Desa (Kades) di Gedung Kartini, Kamis (1/4/2021).

Bupati menyampaikan tiga hal kepada sebanyak 196 Kades.

Tiga hal tersebut yakni terkait Bantuan Keuangan Khusus (BKK), Hari kerja, jam kerja dan baju kerja serta mengenai pengisian perangkat desa.

Baca juga: Dwi Indriati Meninggal Kecelakaan di Tol Nganjuk-Madiun, Mobil Karimun Ringsek Kena Belakang Truk

Baca juga: Cerita Sopir Truk Pengangkut Pohon Baobab Raksasa Crazy Rich Semarang, Ada Pantangan dan Kendala

Baca juga: Makam Teroris ISIS Zakiah Aini Ditinggalkan Keluarga Tanpa Bunga dan Nisan

Baca juga: Banjir Bandang Menerjang Gedongsongo Bandungan, Hotel Green Valley Rusak Ratusan Rumah Terdampak

"Ada tiga hal yang akan disampaikan, mohon untuk dijadikan perhatian karena akan diimplementasikan di desa dan ini akan terjadi di waktu dekat," kata Bupati Yuni.

Mengenai BKK Yuni mengatakan BKK memang menjadi komponen yang penting. Untuk itu dirinya menekankan kepada para Kades agar mengetahui aturan mainnya dan harus dipatuhi.

Yuni memberi contoh sejumlah kasus BKK yang tidak beres bahkan batal cair akibat kurangnya komunikasi antara Kades dengan para perangkat desa (Perdes) di tahun lalu.

Desa tersebut mendapatkan BKK yang begitu besar yang diperuntukkan membangun jalan desa. BKK tersebut berasal dari dana aspirasi dua DPRD perwakilan desa tersebut.

Namun sampai batas waktu yang sudah ditentukan, dana tersebut tidak dicairkan oleh pihak desa dan mengakibatkan BKK batal cair.

"Proyek tidak berjalan karena beberapa alasan, karena pihak ketiga meninggal dunia dan sebagian. Ternyata saat didalami ada disharmonisasi antara perdes dan Kades," kata Yuni.

Yuni menekankan kepada para Kades agar menjadi pemimpin yang mengayomi. Karena jika tidak akan hanya menjadi duri dalam daging, kata Yuni.

Halaman
12
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved