Breaking News:

Berita Semarang

Laboratorium Klinik Prodia Luncurkan Program Be Healthy First

Mengawali tahun 2021, laboratorium klinik Prodia di seluruh Indonesia menyelenggarakan program Be Healthy First.

Tribun Jateng/ Faizal M Affan
Kepala Cabang Prodia Semarang, Chyntia Resti Wijaya (kanan) saat menjelaskan tentang program Prodia Be Healthy First untuk masyarakat di Kota Semarang. Program tersebut berupa promo diskon pelayanan laboratorium hingga 20 persen. 

Penulis: Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mengawali tahun 2021, laboratorium klinik Prodia di seluruh Indonesia menyelenggarakan program Be Healthy First yang dimulai dari tanggal 5 hingga 11 April 2021.

Menurut Kepala Cabang Prodia Semarang, Chyntia Resti Wijaya, program tersebut berbentuk promo diskon pelayanan pemeriksaan kesehatan hingga 20 persen.

"Diskon tersebut akan semakin bertambah apabila pelanggan Prodia menggunakan aplikasi Prodia Mobile. Harapannya, pelanggan bisa semakin aware terhadap kesehatannya, terutama dalam kondisi pandemi seperti ini," tegasnya dalam meet and greet di kantor Prodia Jalan MT Haryono 882, Semarang.

Chyntia mengingatkan, medical check up tidak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa saja. Namun, seluruh anggota keluarga juga membutuhkan medical check up untuk memantau risiko penyakit masing-masing.

"Kalau kata orang Jawa bilang sebelum kebacut (terlanjur), lebih baik tahu terlebih dahulu risiko penyakitnya apa. Sehingga, lebih mudah dicegah daripada harus mengobati," jelasnya.

Ia menambahkan, medical check up juga sangat penting bagi anggota keluarga yang usianya sudah menginjak 40 tahun ke atas. Termasuk anggota keluarga yang mengidap penyakit tertentu, harus secara rutin dipantau.

"Kalau kami menyarankan medical check up dilakukan setiap enam bulan sekali. Sehingga, akan mudah diketahui apabila ada risiko-risiko penyakit yang akan timbul dikemudian hari," tambah dia.

Berdasarkan pengalaman Chyntia, masyarakat cenderung membiarkan suatu penyakit apabila tidak menimbulkan indikasi gejala. Contohnya seperti penyakit hipertensi, diabetes melitus, kelainan lemak, penyakit darah, penyakit hati, penyakit ginjal, hingga penyakit paru.

"Pasien biasanya tidak akan mengalami indikasi gejala apabila masih dalam fase pertama. Tapi kalau dibiarkan terlalu lama, maka efek yang timbul bisa saja semakin berisiko bagi kesehatan," tuturnya.

Maka, pihaknya menyarankan kepada masyarakat untuk lebih peduli dengan kesehatan anggota keluarga. Sebelum penyakit yang diidap semakin parah dan berisiko pada kondisi kesehatan.

"Lebih baik mencegah daripada mengobati," pungkasnya.(afn)

Penulis: faisal affan
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved