Breaking News:

Berita Semarang

Perkuat Internasionalisasi, 59 Mahasiswa Unissula Belajar ke Malaysia

Unissula Semarang kembali mengirimkan 59 mahasiswa untuk belajar ke luar negeri.

Istimewa
Pelepasan 59 mahasiswa untuk belajar ke luar negeri melalui program virtual mobility yang dilaksanakan secara daring, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang kembali mengirimkan 59 mahasiswa untuk belajar ke luar negeri melalui program virtual mobility yang dilaksanakan secara daring. Pelepasan mahasiswa dilakukan secara daring, kemarin.

Para mahasiswa tersebut akan belajar selama lima bulan di Faculty of Applied Sciences and Technology, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Mereka yang akan dikirim terdiri atas 49 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan 10 mahasiswa Fakultas Teknologi Industri.

Acara tersebut dihadiri Rektor, Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kerja Sama, Dekan Fakultas Ekonomi, Dekan Fakultas Teknologi Industri, segenap ketua program studi, segenap tim UPT Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI) dan seluruh mahasiswa peserta virtual mobility.

Dekan Fakultas Teknologi Industri, Novi Marlyana, berpesan agar para mahasiswa dapat mensyukuri kesempatan yang telah didapatkan. Ia juga berharap agar para mahasiswa dapat meluruskan niat semata untuk mencari ridha Allah lewat menuntut ilmu.

"Setelah selesai program nanti diharapkan agar mahasiswa bisa membagi pengalamannya kepada rekan-rekan mahasiswa yang lain agar termotivasi untuk mengikuti program pada batch selanjutnya," katanya, dalam keterangannya, Jumat (2/4/2021).

Rektor Unissula, Bedjo Santoso mengaku sangat gembira karena walaupun di tengah pandemi, usahaa untuk melakukan internasionalisasi tidak pernah terhenti.

Dikatakannya, Unissula sebagai World Class Islamic University terus mendorong agar kesempatan mengikuti program exchange semakin terbuka luas dan masif.

"Dengan hal tersebut diharapkan lulusan Unissula menjadi terbiasa dengan atmosfer internasional dan mempunyai daya saing serta kemampuan kolaborasi secara global," ungkapnya.

Seorang mahasiswa peserta mobility programme, Atras Fariz menyampaikan, keberhasilan para mahasiswa untuk lolos dalam program ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Rasa terima kasih ia sampaikan kepada pimpinan universitas, fakultas, program studi, dan tim UPT KUI yang telah mendampingi.

"Kami mohon doanya agar program tersebut berjalan lancar serta membawa banyak manfaat," pintanya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved