Berita Video
Video Ibunda di Blora Ketakutan saat Arhan Pratama Bertanding Bersama PSIS
Bek kiri PSIS Semarang, Pratama Arhan Alif Rifai, menjadi bintang lapangan dalam laga kontra Arema Malang Piala Menpora 2021 pada Selasa 30 Maret 2021
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Berikut ini video ibunda di Blora ketakutan saat Arhan Pratama bertanding bersama PSIS.
Bek kiri PSIS Semarang, Pratama Arhan Alif Rifai, menjadi bintang lapangan dalam laga kontra Arema Malang Piala Menpora 2021 pada Selasa 30 Maret 2021.
Dalam 90 menit pertandingan, Arhan tampil menarik.
Bahkan, pada menit ke-62 lewat sepakan kaki kirinya dari sudut sempit dia berhasil mengoyak gawang Arema.
Laga terakhir melawan tim berjuluk Singo Edan mengokohkan posisi PSIS sebagai pemuncak klasemen grup dan berhasil lolos ke babak delapan besar bersama Barito Putera.
Pada dua laga sebelumnya, Arhan yang juga pemain andalan Shin Tae-yong tampil prima.
Di balik cemerlangnya Arhan di lapangan hijau, rupanya ada dorongan doa yang mengalir ke setiap sendi aktivitas Arhan sebagai pesepak bola.
Dialah Surati (44), ibu kandung Arhan. Arhan selalu menghubungi ibundanya setiap akan bertanding.
Begitu pertandingan selesai, Arhan juga langsung berkabar.
“Selalu minta doa restu ibu, minta didoakan supaya baik di lapangan. Supaya menang. Kalau ibu ya selalu mendoakan anaknya yang terbaik.
Selalu didoakan salat tengah malam,” ujar Surati di kediamannya di Dukuh Karangnongo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Blora, Rabu (31/3/2021).
Bagi Surati, tidak ada alasan lain untuk tidak menyaksikan pertandingan anaknya yang disiarkan stasiun televisi.
Baginya, selain dorongan doa yang selalu dia panjatkan demi sang anak, turut menyaksikan saat anaknya bertanding adalah bentuk dukungan lain.
“Nonton terus, utamanya saat Arho (sapaan Arhan Pratama di rumah) main,” tandasnya.
Meski tidak bisa kalau tidak menyaksikan saat anaknya bertanding, Surati kadang juga dirundung rasa takut. Ketakutan itu wajar sebagai seorang ibu yang mengandung dan melahirkannya.
“Ya pas nonton Arho kadang takut. Takut kalah. Takut cedera,” ujar dia.
Bagi Surati, tidak ada harapan lain kecuali anaknya bisa tampil cemerlang di lapangan hijau. Tiket lolos PSIS ke babak delapan besar bagi Surati adalah angin segar. Tentu doa terbaik senantiasa dia panjatkan agar sang anak sampai final, bahkan juara.
Demikian juga dengan Sutrisno (47), ayah Arhan, senantiasa menitipkan harapan terbaik atas anaknya yang kini menjadi pemain inti PSIS Semarang. Dia juga tidak mau ketinggalan saat sang anak berlaga.
Selain harapan terbaik dari kedua orangtua Arhan, keduanya senantiasa berpesan agar Arhan menjadi anak yang mampu menjaga perilaku, tidak sombong, dan tidak meninggalkan salat.(*)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :