Breaking News:

Berita Tegal

Berikan Rasa Aman Pada Jemaat, Polres Tegal Perketat Pengamanan di Gereja

Sejumlah Gereja di Kabupaten Tegal mendapat pengamanan ketat dari Polres Tegal.

Istimewa
Kepala Kepolisian Resor Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang, turun langsung mengecek kesiapsiagaan personel dalam pengamanan ibadah Jumat Agung Paskah tahun 2021, Jumat (2/4/2021) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sejumlah Gereja di Kabupaten Tegal mendapat pengamanan ketat dari Polres Tegal, hal ini sebagai upaya memberikan jaminan keamanan bagi umat Kristiani agar dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman. 

Kepala Kepolisian Resor Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang, turun

Kepala Kepolisian Resor Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang, turun langsung mengecek kesiapsiagaan personel dalam pengamanan ibadah Jumat Agung Paskah tahun 2021, Jumat (2/4/2021) sore.
Kepala Kepolisian Resor Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang, turun langsung mengecek kesiapsiagaan personel dalam pengamanan ibadah Jumat Agung Paskah tahun 2021, Jumat (2/4/2021) sore. (Istimewa)

langsung mengecek kesiapsiagaan personel dalam pengamanan ibadah Jumat Agung Paskah tahun 2021, Jumat (2/4/2021).

Polres Tegal sendiri telah menurunkan personilnya guna melaksanakan pengamanan di gereja-gereja yang ada di wilayah hukum Polres Tegal.

Adapun personil yang bertugas di tiap gereja di wilayah Kabupaten Tegal ada 11 orang dari Polri, sedangkan lainnya dibantu dari TNI, Satpol PP, Banser, dan Pam internal.

Jumlah tersebut masih ditambah dengan regu patroli skala besar sekitar 30 personil.

Para personil bertugas melakukan pengecekan kegiatan pengamanan ibadah Paskah di Gereja yang ada di wilayah Kecamatan Slawi dan Kramat, yaitu Gereja Katholik Maria Immaculata Slawi dan Gereja Santo Yosep Mejasem.

"Kepada seluruh personil yang bertugas, saya berpesan agar tetap meningkatkan kewaspadaan dini serta memperkuat pengamanan. Pengecekan juga perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pengamanan berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang sudah direncanakan," ujar AKBP M Iqbal, pada Tribunjateng.com. 

Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, panitia di gereja tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat. 

Contohnya jemaat harus mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi apabila ingin mengikuti ibadah secara langsung dan ketika registrasi harus menunjukan barcode.

Dilakukan pengecekan suhu badan dengan menggunakan thermogun, wajib mengenakan masker, dan mencuci tangan di air mengalir.

Apabila ada jemaat yang datang tetapi tidak terdaftar dalam aplikasi, maka tidak diperkenankan masuk ke dalam Gereja melainkan menunggu di luar.

"Setiap gereja saya tempatkan personil untuk melaksanakan pengamanan. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh umat nasrani saat menjalankan ibadah," pungkasnya. (*) 

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved