Breaking News:

Berita Karanganyar

Jemaat yang Ikuti Ibadah Jumat Agung di Gejera Santo Pius X Karanganyar Harus Tunjukkan Barcode

Jemaat yang ikuti ibadah Jumat Agung di Gereja Santo Pius X Karanganyar diharuskan menunjukkan barcode. 

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Pengurus gereja saat melakukan pengecekan daftar hadir jemaat menggunakan scan bar code, Jumat (2/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Jemaat yang mengikuti ibadah Jumat Agung di Gereja Santo Pius X Karanganyar diharuskan menunjuk

Kapolres Karanganyar AKBP Muchammad Syafi Maulla mengecek pelaksanaan Jumat Agung di Gereja Santo Pius X Karanganyar, Jumat (2/4/2021).
Kapolres Karanganyar AKBP Muchammad Syafi Maulla mengecek pelaksanaan Jumat Agung di Gereja Santo Pius X Karanganyar, Jumat (2/4/2021). (Tribun Jateng/Agus Iswadi)

kan bar code. 

Pastur Gereja, Robertus Triwidodo PR menyampaikan, ibadah Jumat Agung yang merupakan serangkaian perayaan Paskah dilakukan dua kali pukul 15.00 dan 19.00. Baik secara online maupun offline. 

Sesuai ketentuan dari pemerintah, jumlah jemaat yang mengikuti ibadah di gereja dibatasi kapasitasnya sebesar 50 persen dari kapasitas normal. Sehingga jemaat yang mengikuti ibadah hanya sekitar 300-350 orang saja. 

Dalam rangka mengantisipasi beberapa kemungkinan, jemaat yang hadir ke gereja harus menunjukan bar code yang telah diberikan oleh pengurus gereja jauh hari sebelum perayaan. 

"Barcode fungsinya satu untuk tracing Covid-19 dan memfilter orang asing. Sehingga kalau itu orang asing dan bukan jemaat bisa diketahui," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (2/4/2021). 

Bar code itu diberikan kepada jemaat saat mendaftarkan diri ke pihak gereja. Sehingga ketika hendak mengikuti ibadah, jemaat harus membawa kartu berisi bar code. Selain itu lanjut Romo, jemaat yang diperbolehkan mengikuti ibadah di gereja dibatasi usianya mulai dari 10 tahun hingga 70 tahun dan dalam kondisi sehat.

Bagi jemaat yang tidak bisa mengikuti kegiatan ibadah di gereja dapat mengikutinya secara online. Terkait pengamanan di gereja, petugas dari gereja dibantu oleh TNI-Polri, PMI, Banser dan ormas lain. 

"Tema paskah tahun ini bertumbuh dalam kristus berbuah dalam hidup. Artinya kalau umat seluruh hidupnya diinspirasi, dituntun dan dibimbing oleh Yesus hidupnya membawa manfaat. Menjadi berkat bagi orang lain tanpa pandang bulu tanpa pandang agama dan berkat bagi semesta," terangnya.

Sementara itu Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla mengatakan, kepolisian telah melakukan pengecekan kegiatan ibadah di gereja dalam serangkaian perayaan Paskah. 

"Tidak usah takut, kami menjamin keamanan masyarakat khususnya di wilayah Karanganyar. Baik dalam melaksanakan kegiatan ibadah dan aktivitas lainnya," jelasnya.

Selain di wilayah Kecamatan Karanganyar dan Jaten, anggota dari Polsek juga melakukan pengecekan dan melaporkan perkembangan situasi terkini. 

"Alhamdulillah tertib, aman dan lancar," pungkasnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved