Breaking News:

Berita Blora

Kisah Maling Genthiri: Si Robin Hood Asal Blora

Kedua tokoh cerita rakyat ini memiliki karakter yang sama, yakni pencuri yang suka membagikan hasil jarahannya kepada warga miskin.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: M Syofri Kurniawan

Mengetahui lamarannya ditolak, Genthiri marah besar.

Kemarahan tersebut berujung pada aksinya menghabisi nyawa Jaka Salakan.

Karena Jaka Salakan telah meninggal, Dewi Sirep pun akhirnya mau dipinang Maling Genthiri.

Tetapi ada dua syarat, pertama yakni Genthiri harus mandi di Sendang Karang di daerah Tuban.

Kemudian syarat selanjutnya yakni Genthiri harus membawa bende becak, bende singa barong, dan bende kencana. Bende merupakan gong kecil.

Untuk memenuhi syarat pertama mandi di sendang, Genthiri tidak ada kendala.

Kemudian bende becak pun dengan mudah dibawakannya untuk pujaan hati.

Namun, saat dia hendak menyerahkan bende selanjutnya, dia gagal.

Bende tersebut sedianya akan dicuri Genthiri dari pemiliknya, Rangga Yuda, di Semarang.

Sebelum berhasil mencuri bende, Rangga Yuda terlebih dulu mengetahuinya.

Aksinya kali ini pun gagal.

Sedianya Genthiri memiliki ilmu panalimunan, yakni bisa masuk ruang hanya melalui cahaya lampu yang menembus celah dinding.

Dia juga memiliki gunting sakti yang dapat memotong kayu setebal apa pun.

Kesaktiannya tidak mendatangkan keberhasilan atau takdir mengatakan bahwa dia gagal meminang Dewi Sirep.

Perjalanan hidup Genthiri pun dipercaya berakhir di Desa Kawengan.

Kala itu dia tengah melancarkan aksi pencurian.

Ada orang yang melihatnya, Genthiri pun terbirit-birit lari.

Pelariannya berakhir saat kakinya terjerat tanaman talas.

Dari kisah itu, warga Kawengan yang tinggal di sisi barat berdekatan dengan makam Mbah Genthiri tidak berani menanam talas.

Kata Ramelan, warga yang tidak berani menanam talas adalah warga Kawengan RT 1 RW 1 dan RT 2 RW 1.

Keberadaan dua rukun tetangga itu memang berada di sisi barat desa dan merupakan kampung yang paling dekat dengan makam Mbah Genthiri.

“Warga sini tidak berani menanam talas.

(Kalau nanam talas) sakit-sakitan.

Talas dibuang ke sungai baru  sembuh,” ujar Ramelan. (goz)

Baca juga: 1 Bayi Tewas dalam Kecelakaan Kapal Motor Tenggelam Diterjang Ombak

Baca juga: Jadi Misteri, Wanita Ini Tiba-Tiba Pingsan dan Meninggal saat Berhubungan Badan dengan Suami

Baca juga: Mantan Terbaik, Acha Septriasa Beri Selamat Irwansyah dan Zaskia Sungkar

Baca juga: Maling Gondol Rp 350 Juta Setelah Berhasil Bobol Mesin ATM, Polisi: Ada Bekas Las

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved