Breaking News:

Berita Semarang

Mawahib Jadi Dewan Fatwa Kebangsaan Ormas yang Didirikan Habib Luthfi: Gelorakan Cintah Tanah Air

Petanesia dibentuk berawal dari keprihatinan Habib Luthfi bin Ali bin Yahya lantaran NKRI terus digoyang.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo
Istimewa
Anggota DPRD Jateng, Mawahib (kanan) saat meninjau pengungsi di satu gereja di Kudus beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Pecinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) dibentuk di Kabupaten Kudus. Petanesia merupakan organisasi kemasyarakatan yang dibentuk Rais Aam Idarah Aliyah Jamiiyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah an Nahdliyah (Jatman), Habib Luthfi.

Petanesia dibentuk berawal dari keprihatinan Habib Luthfi bin Ali bin Yahya ini lantaran NKRI terus digoyang dengan kelompok gerakan radikalisme dan terorisme.

Organisasi ini tentunya untuk menggelorakan semangat cinta Tanah Air agar NKRI tetap utuh.

"Sesuai dawuh dari Ketua Umum Petanesia, Kabupaten Kudus harus segera membentuk kepengurusan," kata ketua caretaker pembentukan pengurus Petanesia Kudus, Mawahib Afkar, Jumat (2/4/2021).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Golkar ini menuturkan pengurus terdiri dari berbagai kalangan profesional, lintas agama, ras, suku, golongan.

Menurutnya, keberadaan Petanesia di Kudus sangat penting lantaran kabupaten yang terkenal dengan Kota Kretek ini merupakan simbol toleransi ajaran kanjeng Sunan Kudus.

"Di sini pula bukti akulturasi budaya dan perdamaian dalam beragama, berbangsa, dan bertanah air," tegasnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng ini menuturkan Petanesia merupakan organisasi yang orientasinya murni gerakan kebangsaan.

"Ini dibentuk murni untuk menjaga bangsa ini dari rongrongan radikalisme dan terorisme serta ancaman negara yang tentunya menjadi tanggun jawab kita semua," ucap pria yang juga jadi pengurus Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama ini.

Setelah musyawarah, dicapailah mufakat susunan pengurus Petanesia Kudus. Kepengurusan tentunya juga diisi anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang didalamnya juga ada warga penghayat atau kepercayaan.

Sebagai Ketua Dewan Fatwa Kebangsaan Petanesia yakni Abdul Jalil yang sudah mengetahui keberagaman di Kudus. Sementara, Mawahib menjadi Sekretaris Dewan Fatwa Kebangsaan.

Sementara, untuk Ketua Harian Petanesia yakni KH Alamul Yaqin (ulama kharismatik Kudus); Sekretaris, Sarmanto Hasyim (Nahdlatul Ulama); dan Bendahara, Noor Hadi yang merupakan pengusaha dan politikus.

"Kami sepakat tali temali menjaga NKRI di segala lini. Semoga Kudus tetap terjaga kondusifitasnya dan Indonesia tetap tegak berdiri. Tetap bersatu dalam bingkai Indonesia," ujarnya.

Sebagai Dewan Fatwa Kebangsaan Petanesia Kudus, Mawahib, mengutuk aksi terorisme yang terjadi akhir-akhir ini. Pertama bom bunuh diri di Makassar dan aksi lone wolf teroris di Mabes Polri.

"Ini persoalan serius bangsa ini. Pesan damai harus ditularkan kepada seluruh elemen masyarakat," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved