Berita Artis
Istri Almarhum Didi Kempot Bawakan Lagu Sinetron Ikatan Cinta Versi Jawa
Sinetron Ikatan Cinta yang sedang booming menarik minat istri maestro campursari almarhum Didi Kempot, Yan Vellia.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rival al manaf
Penulis: Muhammad Sholekan
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sinetron Ikatan Cinta yang sedang booming menarik minat istri maestro campursari almarhum Didi Kempot, Yan Vellia membawakan sound track berjudul "Tanpa Batas Waktu".
Namun, lagu yang dibawakan oleh Yan bukanlah berbahasa Indonesia seperti yang sering didengarkan penikmat lagu, melainkan versi Jawa dengan judul "Tresno Tanpo Wates".
"Untuk pemilihan momennya kan manajemen melihat marketnya kapan lagi kalau bukan sekarang. Selain itu, ini kan tepat setahun meninggalnya Didi Kempot," kata Yan saat launching lagu di Solo, Sabtu (3/4/2021).
Baca juga: Andika, Pemuda Kulonprogo yang Jadi Pembunuh Berantai, Eksekusi Dua Teman Wanitanya untuk Hal Ini
Baca juga: Not Angka Potong Bebek Angsa
Baca juga: 5 Drakor On Going Rating Tinggi Maret 2021 Vincenzo hingga Navillera
Baca juga: 10 Kode Rahasia Netflix Genre Film Olahraga dari Sepakbola hingga Bela Diri
Soal pemilihan lagu, Yan mengungkapkan, lirik lagu tersebut sangat pas dengan kerinduannya terhadap almarhum.
"Karena memang pas banget dengan lirik, kerinduan bisa sama Didi Kempot atau pacarnya," ucapnya.
Perempuan yang akrab disapa Bunda Yan itu berharap lagu yang dibawakannya tersebut bisa diterima oleh masyarakat.
"Bisa diterima di masyarakat dan memberikan semangat pencinta lagu-lagu Jawa, dan bisa dikenal internasional," urainya.
Sementara, terkait proses alih bahasa lagu Tresno Tanpo Wates dilakukan oleh Sakti Prabowo alias Pakde Dewo.
Menurut Dewo, proses mengalihbahasakan lagu membutuhkan waktu sehari semalam.
"Waktu yang saya butuhkan sehari semalam bisa translate dari bahasa Indonesia ke Jawa, ini termasuk cepat dalam satu malam mentranslate," ungkapnya.
Dia mengaku, mengubah lagu bahasa Indonesia menjadi bahasa Jawa bukan perkara mudah.
Bahkan dirinya mendapati sejumlah kesulitan, karena harus menyesuaikan kata-kata agar enak didengar.
Baca juga: Not Angka Naik Kereta Api
Baca juga: Video Hikayat Maling Genthiri, Robin Hood asal Blora
Baca juga: Video Hikayat Maling Genthiri, Robin Hood asal Blora
Baca juga: Tidak Hujan Namun Air dan Lumpur Genangi Jalan dan Sebagian Permukiman di Kemijen Semarang
"Tidak bisa dipungkiri ada beberapa kesulitan, kalau lirik disusun langsung tanpa diubah kata-katanya akan sangat tidak enak didengar," jelasnya.
Maka dari itu, lanjut Dewo, sebisa mungkin lagu berbahasa Jawa bisa didengarkan dengan enak seperti lagu aslinya.
"Kalau diurutkan tidak plek (sama persis, red), cuma saya berusaha sebaik mungkin tidak merusak arti sebuah lagu," tandasnya. (*)
Berita lainnya tentang Didi Kempot
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/istri-almarhum-didi-kempot-saat-melaunching-lagu-tresno-tanpa-wates.jpg)