Breaking News:

Berita Karanganyar

Cuaca Ekstrem, BPBD Karanganyar Imbau Masyarakat Pelihara Saluran Air

BPBD Karanganyar mengimbau masyarakat supaya memelihara saluran air guna meminimalisir potensi bencana menyusul adanya cuaca ekstrem

TribunJateng.com/Agus Iswadi
Pohon jati tumbang hingga menimpa atap rumah warga di Desa Gempolan Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar pada Kamis (1/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - BPBD Karanganyar mengimbau masyarakat supaya memelihara saluran air guna meminimalisir potensi bencana menyusul adanya cuaca ekstrem. 

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Karanganyar, Hartoko menyampaikan, adanya luapan air beberapa kali terjadi di wilayah dataran tinggi seperti Tawangmangu, Ngargoyoso, Jenawi dan Karangpandan terutama saat curah hujan tinggi. 

Selain dikarenakan daya tampung saluran drainase yang tidak cukup menampung saat curah hujan tinggi, luapan air juga disebabkan adanya saluran air yang tersumbat. 

"Tapi yang sangat sepele dan kadang-kadang kita melupakan itu, kebersihan itu tadi. Maka memelihara saluran air itu sangat-sangat kami anjurkan. Karena kejadian di Dederan Nglegok (Ngargoyoso pada akhir 2019) lalu, longsor itu karena air (saluran) tersumbat," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (5/4/2021). 

Selain itu, mendekati kemarau atau peralihan musim biasanya juga terjadi angin ribut atau angin kencang. Lanjutnya, BPBD mengimbau kepada masyarakat supaya melakukan mitigasi bencana.

Apabila ada pohon tinggi di sekitar rumah dapat dirapikan atau dipangkas. 
Mengingat saat terjadi angin kencang kerap terjadi pohon tumbang menimpa rumah warga.

"Kami anjurkan dirapikan atau dipangkas. Jangan ditebang. Utamanya di wilayah lereng, pohon itu kan fungsinya mencengkeram tanah, mengurangi potensi longsor. Kalau ditebang potensi longsor meningkat," ungkap Hartoko. 

Dia menjelaskan, adanya fenomena la nina telah diprediksi sejak awal tahun. Adanya fenomena itu curah hujan mengalami kenaikan sekitar 40 persen.

"Dan ternyata biasanya bulan April sudah jarang hujan. Ternyata dari kemarin masih sering hujan," terangnya. 

Kalakhar BPBD Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto mengatakan, BPBD hanya dapat memberikan masukan kepada dinas terkait guna mengantisipasi adanya bencana akibat pohon tumbang.

"Upaya pencegahan sebatas memberikan masukan kepada DPUPR terkait pemangkasan pohon," ungkapnya. (Ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved