Breaking News:

Berita Pendidikan

Guru Siap Jalankan Pembelajaran Luring dan Daring

Tinggal mengkombinasikan pembelajaran sebelum dan saat pandemi, jadi tidak ada bedanya

TribunJateng.com/Hermawan Handaka
Kepala sekolah bersama guru dan staf sekolah melakukan simulasi kegiatan belajar tatap muka di SD Negeri Pekunden Semarang Jalan Pandanaran 1 No 28, Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/3/21). Simulasi yang dilakukan oleh pegawai sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan merupakan salah satu persiapan untuk mengadakan kegiatan belajar tatap muka yang sehat serta bebas COVID 19. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berbagai sekolah telah melakukan persiapan untuk menjalankan pembelajaran di masa kenormalan baru (new normal). Meski sudah diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka (PTM), namun pembelajaran juga dilakukan daring atau blended.

Dengan model pembelajaran ganda itu, guru diharuskan mampu menjalankannya sekaligus. Tak hanya guru, sekolah pun diharuskan menyediakan sarana dan prasarana agar siswa yang berada di rumah, bisa mengikuti pembelajaran yang berlangsung di kelas.

Guru MAN 1 Semarang, Rosidi mengatakan, telah siap menjalankan pembelajaran tersebut. Meski baru pertama kali menjalankannya, menurutnya, tak jauh beda dengan pembelajaran tatap muka sebelum pandemi maupun pembelajaran daring saat pandemi.

"Tinggal mengkombinasikan pembelajaran sebelum dan saat pandemi, jadi tidak ada bedanya. Yang berbeda nanti karena pembelajaran harus dengan protokol kesehatan, seperti pakai masker," katanya, Minggu (4/4/2021).

Ia mengungkapkan, untuk pembelajaran secara daring, telah difasilitasi sekolah dengan menggunakan google meet. Penggunaan aplikasi tersebut telah disosialisasikan dan dipakai para siswa saat pembelajaran daring.

"Kita tinggal mengatur saja, siapa yang ikut pembelajaran di kelas dan siapa yang daring. Karena jumlah siswa yang tatap muka kan dibatasi hanya maksimal 50 persen saja," ujarnya.

Karena hanya mengkombinasikan teknis pembelajaran saja, katanya, tak banyak persiapan yang dilakukan. Justru persiapan yang terpenting adalah kesiapan sarana dan prasarana di sekolah untuk pembelajaran tatap muka (PTM).

"Saya dan sekolahan juga sudah siap menjalankannya. Apalagi, kami ditunjuk juga jadi sekolah uji coba penerapan PTM," jelas Rosidi yang juga Wakil Kepala Bidang Humas itu.

Terkait kesiapan sarana dan prasarana pembelajaran luring dan daring, Kepala SMP Negeri 5 Semarang, Teguh Waluyo mengatakan, telah menyiapkan aplikasi google meet dan zoom untuk menjalankan pembelajaran secara luring dan daring. Terlebih masih ada 12 persen orang tua siswa yang belum mengizinkan PTM di kelas.

"Kami siapkan, nanti tinggal guru dan siswa kesepakatan pakai aplikasi apa. Di luar yang kami siapkan, juga tidak apa-apa. Yang penting siswa memperoleh materi pelajaran," ucap Teguh.

Halaman
1234
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved