Breaking News:

Bupati Arif Buktikan Omongan Progam Tani Mulyo Kebumen, Gapoktan Dapat Rp 1,5 Miliar

31 Gapoktan/Poktan di Kabupaten Kebumen mendapat Bantuan Pinjaman Dana Talangan Pengadaan Pangan Tahun 2021 senilai Rp 1,5 miliar.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. 

Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM,KEBUMEN - 31 Gapoktan/Poktan di Kabupaten Kebumen mendapat Bantuan Pinjaman Dana Talangan Pengadaan Pangan Tahun 2021 senilai Rp 1,5 miliar.

Bantuan itu diserahkan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di Pendapa Rumah Dinas Bupati Kebumen kemarin, Senin (05/04/2021).

Melalui program ini, diharapkan dapat menyerap 348 ton gabah petani pada saat panen raya MT II saat ini.

Penyaluran bantuan tahap I diserahkan kepada 24 Gapoktan/Poktan.

Dari jumlah penerima, 10 Gapoktan/Poktan mendapat pinjaman sebesar Rp 55 juta, 5 Gapoktan/Poktan mendapat pinjaman sebesar Rp 50 juta, dan 9 Gapoktan/Poktan mendapatkan pinjaman sebesar Rp 45 juta.

Ia juga menyerahkan bantuan benih padi Inhibrida 62.100 kg untuk 2.484 hektar di 100 Gapoktan/Poktan di 10 kecamatan, bantuan benih padi Inhibrida kegiatan Peningkatan Indeks pertanaman (PIP) 15.625 kg untuk 625 hektare di 9 Gapoktan di Kecamatan Ambal.

Selain itu, juga bantuan benih padi untuk IP 400 sebanyak 625 kg untuk lahan sawah seluas 25 hektare di Desa Singoyudan, Kecamatan Mirit, dengan sumber dana APBN Tahun 2021, dan APBD Provinsi Jawa Tengah sejumlah 5.000 kg untuk lahan seluas 200 hektar.

Adapun bantuan dana sarana produksi untuk kegiatan IP 400 sejumlah Rp 48.375.000.

Menurut bupati, bantuan yang diserahkan merupakan implementasi program Tani Mulyo yang merupakan salah satu dari Program Kerja 100 Hari Bupati dan Wakil Bupati Kebumen periode 2021-2026.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen, Tri Haryono menjelaskan, dana talangan pengadaan pangan diberikan kepada Gapoktan/Poktan untuk modal usaha pembelian gabah atau beras, jagung, kedelai, dan kacang hijau dari petani.

Selain itu, dana talangan itu untuk menumbuhkan dan menggerakkan kelembagaan usaha ekonomi di pedesaan, serta mewujudkan ketahanan pangan daerah untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Besaran pinjaman dana talangan pengadaan pangan berdasarkan penilaian tim teknis terhadap kemampuan Gapoktan/Poktan dalam menjalankan fungsinya. Ini sesuai kriteria kelembagaan, potensi kelompok, komitmen kelompok, dinamika kelompok, serta manajemen kelompok.

“Dana tersebut harus dikembalikan ke Rekening Kas Umum Daerah dalam jangka waktu tertentu. Pengembalian paling lambat 15 Desember 2021 dengan besaran jasa pinjaman 0,25% perbulan,” jelas Tri Haryono, Selasa (6/4/2021).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved