Breaking News:

Berita Semarang

Dani Kesulitan Dorong Perahu ke Tengah Muara Akibat Pendangkalan Sungai BKT Semarang

Para nelayan di Kampung Tambakrejo mengeluhkan pendangkalan aliran sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

Tribun Jateng/Iwan Arifianto
Seorang nelayan, Dani Rujito (42) berdiri di dermaga bambu Kampung Tambakrejo, yang berada di aliran sungai BKT, Kota Semarang, Selasa (6/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Para nelayan di Kampung Tambakrejo, Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang mengeluhkan pendangkalan aliran sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Terutama di muara sungai BKT yang menjadi tempat bersandar puluhan perahu bagi nelayan

Akibat pendangkalan tersebut nelayan kesulitan untuk membawa perahu mereka ke tengah laut. 

Seorang nelayan, Dani Rujito (42) mengaku, muara sungai BKT adalah akses utama nelayan Tambakrejo ke laut. 

Pihaknya selama ini harus berjibaku untuk membawa perahu ke tengah sungai sebelum pergi ke laut. 

"Air muara sungai mulai surut menyesuaikan air pasang.  Surutnya air hingga 15 meter dari bibir tanggul sungai," paparnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, pendangkalan semakin parah setahun terakhir.  Selama ini para nelayan menyiasatinya dengan membuat dermaga bambu secara swadaya. 

Selain itu, nelayan juga berinisiatif menempatkan perahu di tengah muara dengan memasang jangkar. 

"Kalau lupa ketika mau berangkat  pada malam hari kami  kesulitan untuk mendorong perahu ke tengah muara sungai," jelasnya. 

Penyebab pendangkalan, kata dia, disebabkan beberapa hal di antaranya lantaran banjir yang membawa material lumpur ke muara. 

Berikutnya proses pelebaran sungai BKT menjadi faktor dominan pendangakalan. 

Dia mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BBWS dan Pemkot Semarang untuk mengatasi pendangkalan.  Namun hingga sekarang belum ada tindaklanjut. 

"Kami berharap persoalan ini dapat segera diatasi agar nelayan mudah mengakses jalur utama saat melaut," terangnya. 

Sementara Nelayan lain, Jupriadi (40) menjelaskan, kesulitan saat hendak berangkat melaut saat air sungai surut. 

Sejauh ini kedangkalan sungai dengan perahu berjarak sekira 30 sentimeter dari dasar sungai padahal minimal jarak badan perahu dengan dasar sungai 1 meter. 

"Itu untuk ukuran di bawah 1 GT di atas ukuran tersebut tentu lebih tinggi jaraknya," jelasnya. (*)

Penulis: iwan Arifianto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved