Breaking News:

Berita Semarang

Disperin Kota Semarang Dorong Pelaku Bisnis Otomotif Kantongi Seritifikat

Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Semarang mendorong para pelaku usaha otomotif mengantongi sertifikat keahlian.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Mustohar membuka bimtek dan sertifikasi bagi para pelaku usaha otomotif, di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sinar Nusantara Group, Senin (5/4/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Semarang mendorong para pelaku usaha atau bisnis otomotif mengantongi sertifikat keahlian.

Sertifikasi tersebut sebagai pengakuan kemampuan agar para pengguna jasa lebih mempercayai pelayanannya.

Kepala Disperin Kota Semarang, Mustohar mengatakan, belum seluruhnya para pelaku usaha otomotif memiliki sertifikat kompetensi.

Maka, pihaknya mendorong mereka segera mengikuti sertifikasi dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) sekaligus sertifikasi bagi 30 mekanik, di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sinar Nusantara Group, Senin (5/4/2021).

Diakuinya, belum seluruh pelaku usaha otomotif melek terhadap sertifikasi.

Pemerintah Kota Semarang sendiri belum dapat memfasilitasi bimtek sekaligus sertifikasi bagi seluruh pelaku usaha otomotif lantaran anggaran yang terbatas.

Dia berharap bimtek sekaligus sertifikasi ini dapat dilaksanakan setidaknya satu kali dalam setahun.

"Kami menumbuhkan bagaimana masyarakat melek terhadap sertifikasi. Kalau mereka sudah paham bahwa ini penting tentu program seperti ini tidak hanya dari APBD melainkan bisa dari pihak swasta," papar Mustohar.

Dia melanjutkan, pendataan para pelaku usaha otomotif di Kota Semarang kini mulai dilakukan oleh Dinas Perindustrian. Hal itu untuk mengetahui berapa persen pelaku usaha otomotif yang telah mengantongi sertifikat maupun sebaliknya.

Menurutnya, di era revolusi industri sertifikasi sangat penting agar para pengusaha otomotif mengeksplor potensi diri secara maksimal. Semisal, penawaran jasa bisa membuka komunikasi secara digital.

"Bisa membuka bengkel online atau menerima panggilan karena sekarang orang cenderung dimanja oleh teknologi. Teknologi ini meningkarkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

Direktur LPK Sinar Nusantara Group, Alex Sujanto mengatakan para mekanik bisa mengikuti sertifikasi baik yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) maupun Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK).

"Sebenarnya semua yang melaksanakan program kecakapan kerja di bawah Dinas Pendidikan wajib sertifikasi sesuai kompetensinya. Ada beberapa level sertifikasi. Biasanya, (mekanik) pada tahapan level 2 dan 3. Lebih dari tiga berti kehlian baik," paparnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved