Breaking News:

Berita Kriminal

Ditinggal Suami dan Harus Menghidupi 3 Anak, Janda Muda di Blitar Jual Sabu dan Tawarkan Tubuhnya

Pijat plus-plus, atau salon plus-plus bisa disebut sudah umum dalam dunia prostitusi.Di Blitar, polisi justru mengungkap praktik kejahatan ganda.

istimewa
Berikut cerita janda muda Blitar jual sabu diduga 'bonus' layanan plus di warung Tulungagung. Ia mengaku nekat melakukan itu karena bingung menghidupi 3 anaknya. 

TRIBUNJATENG,COM, BLITAR - Pijat plus-plus, atau salon plus-plus bisa disebut sudah umum dalam dunia prostitusi.

Di Blitar, polisi justru mengungkap praktik kejahatan ganda yakni penjual sabu plus-plus.

Pelakunya adalah seorang janda muda asal Blitar.

Ia tidak hanya menawarkan sabu, namun juga menawarkan tubuhnya untuk lelaki yang bertransaksi sabu. 

Baca juga: Kronologi dan Penyebab Hilangnya Sang Istri, Khairudin Sediakan 75 Juta Bagi yang Menemukan Istrinya

Baca juga: Frustrasi Dua Kali Menjanda, Wanita Ini Minta Ibunya Carikan Pria Hidung Belang

Baca juga: Resep Urap Sayur Bumbu Kelapa Tahan Lama

Baca juga: 3 Pemain yang Langgar Protokol Covid Juventus Siap Tempur Lawan Napoli, Ini Link Live Streamingnya

Ia nekat melakoni bisnis haram itu lantaran bingung menghidupi ketiga anaknya.

Di usianya yang ke-31, NL warga Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto harus menghidupi 3 anaknya seorang diri alias single parent.

NL sebenarnya memiliki pekerjaan sebagai pelayan di sebuah warung kopi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Namun, ekonomi yang menghimpit dan pendapatan dari pelayan kopi tak mencukupi, NL pun melakukan pekerjaan terlarang.

Dia menjual sabu-sabu kepada pria hidung belang yang menjadi pelanggan warung kopi.

Namun, informasi yang didapatkan, NL ini menjual sabu-sabu satu paket dengan memberi layanan plus-plus.

Halaman
1234
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved