Breaking News:

Berita Regional

Isi Surat Agitha Cahyani Putri Sebelum Meninggal Dunia: I Love You Mama

Linda Halim, ibu tiri alias ibu sambung dari almarhumah Agitha Cahyani Putri (14) membeberkan hubungannya dengan sang anak selama ini.

Kolase SURYA.co.id/M Taufik dan Tribun Timur
Erlita Dewi di makam anaknya (kiri), Agitha Cahyani Anak Erlita Dewi (kanan). Ini beda pengakuan Erlita Dewi dan ayah kandung Agitha soal darah yang ke luar dari hidung jasad anaknya. 

Saya persilakan masuk ke ruang tamu.

Belum ada lima menit tiba-tiba datang belasan orang bertubuh kekar menarik paksa tiga anak saya," beber Agung saat memberikan klarifikasi kematian pruti pertamanya bersama Erlita, Agitha.

Agung dan istri sahnya, Linda Hakim kemudian berusaha menghalangi belasan orang tersebut untuk menarik anaknya.

"Kaki saya ditendang, tangan istri saya kena cakar. Anak saya dilempar masuk ke mobil," imbuhnya.

Agung bahkan memastikan memiliki bukti ketiga anaknya itu direbut paksa oleh belasan orang yang diduga suruhan Erlita.

"Saya punya bukti rekamannya," tegasnya.

Agung menyayangkan kejadian yang menimpa keluargamya tersebut.

Terlebih terhadap tumbuh kembang ketiga anaknya, adik-adik Agitha.

"Mereka ini punya masa depan. Ayah mana yang tega anaknya diperlakukan seperti itu," ujarnya.

Atas dasar itu,Agung berencana menempih jalur hukum dan akan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Jatim.

Rolland Ellyas Potu, kuasa hukum Agung dan Linda Hakim menyebut upaya pengambilan paksa ketiga anak tersebut bisa masuk dalam kategori main hakim sendiri.

"Bagaimanapun kami memahami ada seorang ibu yang ingin bertemu anaknya.

Tidak dihalang-halangi.

Namun upaya pengambilan secara paksa iti bisa disebut sebagai main hakim sendiri.

Bisa kita lihat putusan pengadilan terkait hak asuh anak-anak yang jatuh pada klien saya (Agung Wahyu)," terang Rolland, Sabtu (3/4/2021).

Selain itu, Rolland menyebut jika ayah ketiga anak tersebut sangat khawatir mengingat tidak ada kabar sampai saat ini setelah diambil paksa oleh belasan orang tidak dikenal di rumahnya sendiri.

"Yang paling penting ini adalah keselamat anak. Sampai saat ini, ayah kandung ketiga anak tersebut yang juga wali asuhnya belum mendapat kabar apapun sejak dibawa paksa kemarin malam anak ini dimana, dalam penguasaannya siapa. ," terangnya.

Rolland berharap agar kasus ini menjadi perhatian stake holder termasuk institusi kepolisian agar bekerja secara profesional dan proposional.

"Kami sudah berkoordinasi dengan polda jatim.

Jadi kami berharap kasus ini baik yang sedang ditangani Polresta Sidoarjo, maupun yang nantinya akan kami laporkan ke Polda Jatim bisa diproses sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. Secara profesional dan proposional;" tandasnya.

Keluar Darah Segar

Berikut ini beda versi pengakuan ibu dan ayah kandung Agitha Cahyani Putri soal darah yang ke luar dari hidung jasad remaja 14 tahun itu saat mau dimakamkan. 

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji,  memastikan dari foto dan video yang dikantongi petugas, memang ada darah yang keluar dari hidung almarhum.

Pihaknya juga menemukan ada bekas darah di bagian kepalanya, dan ada lebam.

“Untuk memastikan penyebabnya apa, petugas masih menunggu hasil outopsi tim dokter. Semoga dalam waktu dekat bisa keluar. Prosesnya memang tidak mudah, karena harus memastikan organ luar dan dalam,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Senin (5/4/2021).

Di sisi lain, petugas Sat Reskrim Polresta Sidoarjo juga terus bergerak melakukan penyelidikan.

Termasuk mengumpulkan sejumlah alat bukti terkait perkara ini, serta memintai keterangan sejumlah saksi. Termasuk orangtua almarhum Agitha.

Menurut Kapolres Sumardji, ayah kandung dan ibu sambung Aghita juga dimintai keterangan oleh petugas.

“Jadwalnya hari ini orangtuanya, ayah dan ibu yang tinggal serumah dengan almarhum, dimintai keterangan oleh penyidik,” imbuh perwira asal Nganjuk tersebut.

Selain itu, dokter yang sempat menangani almarhum juga bakal dimintai keterangan oleh petugas. Setidaknya untuk mengetahui riwayat penyakit yang pernah diderita oleh almarhum Agitha.

Keterangan dari para saksi itu, kemudian bakal dicocokkan dengan sejumlah alat bukti yang telah dikumpulkan penyidik. Selain itu, juga akan dikroscek dengan hasil outopsi medis yang saat ini sedang dilakukan oleh tim forensik RSUD Sidoarjo.

Berikut beda versi pengakuan ibu dan ayah kandung Agitha: 

1. Ibu kandung temukan darah di hidung 

Ny Erlita Dewi menangis di atas makam putri sulungnya, Agita Cahyani Putri usai pembongkaran makam di kompleks pemakaman Praloyo Sidoarjo, Jumat (2/4/2021). Surya.co.id/M Taufik (M Taufik)
Adanya darah yang keluar di hidung Agitha kali pertama diketahui sang ibu kandung, Erlita Dewi. 

Erlita yang tiga tahun tidak bertemu anaknya setelah bercerai dengan sang suami membuka kantong jenazah putrinya sebelum dimakamkan. 

Perempuan yang tinggal di Kendari, Sulawesi Tenggara ini sengaja datang ke Sidoarjo setelah mendapat kabar kematian putrinya.

Erlita memang berpesan agar jenazah tidak dimakamkan sebelum dirinya tiba di Sidoarjo.

“Minggu siang baru dimakamkan. Dan sebelum dimakamkan itu, saya sempat membuka kain kafan anak saya. Saya melihat ada beberapa kejanggalan di sana,” kata Erlita.

Erlita melihat ada darah di hidung jenazah anaknya.

Kemudian juga ada memar di dekat hidung sebelah kiri, serta bekas memar di pipi kiri.

Selain itu, dalam gambar yang sempat diunggahnya di media sosial, ada darah di belakang kepala putrinya.

“Kemudian hari Senin kemarin saya melapor ke Polresta Sidoarjo.

Saya sudah ikhlas, tapi saya ingin semuanya terungkap.

Sekali lagi, saya tidak tahu apakah karena sakit atau karena apa.

Saya cuma ingin mendapat kebenaran.

Apa penyebab kematian anak saya,” kata Erlita.

Atas laporan itu, makam Agitha yang ada di komplek pemakaman Praloyo, Sidoarjo, Jumat (2/4/2021) siang.

Pembongkaran dilakukan tertutup oleh petugas kepolisian bersama petugas forensik RSUD Sidoarjo.

Setelah makam dibongkar, jenazah putri sulung Erlita Dewi itu diangkat dan diautupsi di lokasi.

2. Ayah kandung dan ibu sambung baru tahu

Tulisan tangan Agitha Cahyani Putri ditujukan kepada Linda Halim sebelum anak pertama itu meninggal karena sakit pada ginjalnya. Foto kanan : Agung Wahyu Rahardi. Linda Halim menunjukkan selembar ucapan itu guna menepis hubungan tak sedap dirinya dengan anak-anak tirinya. (SURYA.co.id/Firman Rachmanudin)
Di bagian lain, ayah kandung Agitha Agung Wahyudi Rahardi mengaku baru tahu ada darah yang ke luar dari hidung putrinya. 

Agung menjelaskan, saat memandikan jenazah Agitha, tidak ada sedikitpun darah yang keluar dari bagian tubuh anaknya itu.

"Saya sendiri ikut memandikan. Termasuk ada petugas rumah sakit yang ikut memandikan. Ada saksinya. Itu tidak ada keluar darah," imbuhnya.

Baru kemudian tanggal 28 Maret 2020, kondisi jenazah yang ditutup plastik yang disebut sebagai protokol Covid itu ditemui oleh Erlita.

"Kami juga tidak tahu. Darah itu baru keluar pada saat ibu kandungnya mencium jenazah AP atau memegangnya," ujarnya.

Agung juga menjelaskan riwayat penyakit yang diderita anaknya. 

Ditemani istrinya saat ini, Linda Halim, Agung menyatakan bahwa kematian Agitha bermula saat diagnosa dokter mengenai kebocoran pada ginjalnya.

Linda Halim lalu menceritakan upayanya untuk menyembuhkan Agitha.  

"Saya membawa anak saya ke rumah sakit Delta Surya Sidoarjo sendiri bersama suami. Sekitar tanggal 17 Maret, itu pun bolak balik mulai dari dokter spesialis penyakit dalam, kemudian diarahkan ke dokter spesialis jantung, lalu diminta lagi ke dokter spesialis penyakit dalam lagi. Semua itu upaya ikhtiar kami mengobati anak kami," kata Linda, Sabtu (3/4/2021).

Menurut petunjuk dokter, saat diperiksa kondisi AP tampak baik. Dokter hanya memberikan resep obat agar Agitha tetap bisa dilakukan rawat jalan.

Selepas pengobatan rawat jalan, kondisi AP tampak mulai membaik. Pembengkakan di kaki dan wajah juga sudah mulai menghilang.

Namun pada tanggal 27 Maret 2021, Linda yang semula sempat bercengkrama dengan Agitha dan tiga anak sambungnya itu seperti biasa hendak melakukan tugas sebagai ibu rumah tangga umumnya.

"Saat saya mau masakin anak-anak, anak saya (Agitha) ini teriak-teriak panggil mama... mama, begitu. Saya langsung ke kamarnya, dia minta gendong. Saya langsung teriak ke asisten rumah tangga saya buat bikinkan air gula. Saya juga panggil papanya anak-anak. Saat itu saya tanya, mana yang sakit nak, anak saya (Agitha) cuma bilang gendong mama," cerita Linda.

Karena panik, Agitha kemudian dibawa ke rumah sakit dan di sana putri mereka sudah dinyatakan meninggal dunia.

"Kami satu mobil sempat tidak percaya. Anak saya itu ngobrol sama saya meskipun kesakitan itu saya peluk. Minta air minum katanya haus. Itu di dalam mobil saya bilang, sabar ya nak," tambahnya.

Setelah dinyatakan meninggal, Agung kemudian meminta dokter untuk melakukan upaya medis dengan memberikan kejut jantung.

"Kami memang meminta, karena tidak percaya secepat itu anak saya pergi. Dokter memang sarankan, kalau dikejut itu organnya bisa rusak. Tapi tetap kami minta karena saya yakin anak saya masih ada," ujarnya.

Setelah hampir tiga jam menunggu tindakan medis, upaya Agung dan Linda tak bisa melampaui takdir.

Agung yang kemudian pasrah, mencoba menghubungi Erlita, mantan istri dan ibu kandung Agitha mengabarkan kematian anaknya itu.

"Karena atas permintaan ibu kandungnya, AP agar disemayamkan esok harinya dan diminta formalin. Namun saya menolak awalnya. Namun untuk menghindari kesalahpahaman akhirnya saya ikuti, tapi tetap menolak kalau diformalin. Kemudian alternatifnya ya jenazah disimpan dalam lemari pendingin di kamar jenazah," sambung Agung.

(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Ibu Tiri Agitha Cahyani Putri Beber Hubungannya, Tunjukkan Sejumlah Kertas Tulisan Ucapan Bahagia, 

Editor: galih permadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved