Breaking News:

Berita Karanganyar

Pelaksanaan Uji Coba PTM di SMA/SMK Negeri Karanganyar Berjalan Lancar Memasuki Hari Kedua

Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di SMA dan SMK N 1 Karanganyar berjalan lancar memasuki hari kedua, Selasa (6/4/2021).

TRIBUNJATENG/AGUS ISWADI
Situasi di SMKN 1 Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di SMA dan SMK N 1 Karanganyar berjalan lancar memasuki hari kedua, Selasa (6/4/2021).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jateng, Suratno menyampaikan, pelaksanaan uji coba PTM di Kabupaten Karanganyar secara umum bagus. Satgas Covid-19 sudah melakukan monitoring ke SMAN 1 dan SMKN 1 Karanganyar begitu juga sekolah lain yang menggelar uji coba PTM. 

Rata-rata siswa SMA/SMK di Kabupaten Karanganyar yang mengikuti uji coba PTM merupakan siswa kelas X. Dari sekolahan di lingkup Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jateng meliputi Kabupaten Karanganyar, Sragen dan Wonogiri tercatat ada sebanyak 491 siswa yang mengikuti uji coba PTM. 

"Sragen aman, lancar tidak ada kendala, Karanganyar juga. Wonogiri SMK lancar, SMA terpaksa dibatalkan sesuai petunjuk dari bupati dan Satgas Covid-19," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com.

Kendati secara umum pelaksanaan uji coba PTM berjalan lancar, Suratno tetap meminta supaya menerapkan protokol kesehatan. Sementara itu terkait moda transportasi siswa selama mengikuti PTM diharapkan tetap mengikuti sesuai ketentuan. 

Dia menjelaskan, sebelum dimulai uji coba PTM, sekolah telah menyebar angket kepada siswa. Siswa diperbolehkan menaiki sepeda ontel, jalan kaki dan diantar jemput orang tua. 

"Tapi kalau naik kendaraan umum, bus ojek online kali ini tidak diizinkan. Kalau sudah diizinkan baru boleh," ucapnya.  

Pelajar kelas X SMKN 1 Karanganyar, Niken Widyastuti merasa senang dapat mengikuti uji coba PTM. Mengingat baru kali ini masuk ke sekolahan, mengenal guru dan teman secara langsung. 

Dalam berinteraksi dengan temannya, Niken tetap menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya komunikasi masih tetap dapat berlangsung tanpa mengabaikan protokol kesehatan. 

"Komunikasi tetap jalan tapi jaga jarak itu penting," terangnya. 

Lanjutnya, proses PTM lebih mudah dipahami karena dilakukan secara langsung atau tatap muka. Beda dengan pembelajaran online yang terkadang tidak fokus serta kendala sarana seperti kuota internet dan susah sinyal. (Ais). 

Penulis: Agus Iswadi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved