Breaking News:

Berita Internasional

Pengannguran Dapat Subsidi Rp 13 Juta, Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia, Apa Kendalanya?

Finlandia dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia selama empat tahun beruntun oleh World Happiness Report.

Istimewa
Helsinki, Finlandia.(Shutterstock/A Studio) 

TRIBUNJATENG.COM, FINLANDIA - Finlandia dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia selama empat tahun beruntun oleh World Happiness Report.

Lantas apa yang membuat mereka dianugrahi penghargaan tersebut?

Warga Negara Indonesia (WNI) di Finlandia menceritakan, di negara paling bahagia sedunia itu hampir tidak ada copet, begal, atau rampok, sehingga keamanannya terjamin.

"Kami merasa nyaman dan aman di sini. Tidak takut ada copet, begal, atau rampok. Bahkan bahaya di jalan pun hampir tidak ada," kata Evita Wishnuwardani Haapavaara (55) dikutip dari Kompas.com, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Video Lingling Berhasil Membuka Tiga Store Hello.bee dengan Modal Rp 1 Juta

Baca juga: Video Uji Coba PTM SMK Negeri 1 Warungasem Hanya Diikuti 90 Siswa

Baca juga: Video Kirab Tombak Abirawa Peringatan hHUT Ke-55 Kab Batang

Baca juga: Deretan HP Harga Rp 3 Jutaan Bulan April 2021

"Kami merasa aman jalan-jalan gelap malam dekat hutan. Bahaya kejahatan narkoba juga sangat minim, atau dikatakan hampir tidak ada," lanjutnya.

 Selain itu, faktor lain yang membuat Evita kerasan sampai 26 tahun lamanya di Finlandia adalah transportasi umum yang sangat bagus, bahkan sampai tidak ada kurir online. 

"Belum ada jasa seperti itu (kurir online) di sini, karena mungkin bagusnya sistem public transportation jadi ke mana-mana mudah, tidak perlu bermacet-macet."

Evita yang asal Jakarta dan kini bersuami pria Finlandia melanjutkan, infrastruktur umum di negara itu sangat menunjang kenyamanan dan keamanan.

"Contohnya Helsinki Smart City, fasilitas-fasilitas pendidikan lain seperti perpustakaan gratis, kursus-kursus pelatihan yang gratis, kursus bahasa gratis, dll," ungkap wanita yang sekarang berdomisili di Espoo ini.

Namun, bagusnya fasilitas transportasi umum bukan berarti masyarakat boleh sewenang-wenang memanfaatkannya. 

Halaman
123
Editor: rival al manaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved