Breaking News:

Berita Semarang

Polda Jateng Akan Lakukan Penyekatan Jalur Perbatasan Antar Provinsi, Masuk Wajib Izin Gubernur

Direktur Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafirudin menuturkan penyekatan dilakukan di jalur arteri maupun jalur tol.

Istimewa
ILUSTRASI - Penyekatan kendaraan di Exit tol Pungkruk Sragen dalam Operasi Ketupat Covid-19 (OKC) 2020. 

Penulis: Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jateng akan lakukan penyekatan di perbatasan Provinsi saat libur lebaran.

Direktur Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafirudin menuturkan penyekatan dilakukan di jalur arteri maupun jalur tol.

Penyekatan akan dilaksanakan dari tanggal 6 Mei 2021 sampai 17 Mei 2021 secara total.

"Nanti akan kami sounding ke Gubernur. Jadi nanti modelnya kayak di Jakarta saat ada pembatasan yang akan masuk ke Jakarta harus izin kepada Gubernur," ujarnya saat dihubungi Tribun Jateng, Senin (5/4/2021).

Menurut Rudy, penyekatan hanya berlaku antar Provinsi.

Namun masyarakat Jawa Tengah masih diperbolehkan melakukan perjalanan mudik antar Kota dan Kabupaten.

"Jadi masyarakat masih bisa melakukan perjalanan antar kota misal ke Semarang menuju Blora masih diperbolehkan," tutur dia.

Menurutnya, adanya penyekatan saat libur lebaran, diperkirakan akan terjadi peningkatan saat libur panjang.

"Masyarakat akan pulang lebih duhulu sebelum lebaran," tutur dia.

Rudy menjabarkan pada libur panjang Paskah terjadi peningkatan arus lalu lintas Tol Kalikangkung, dan Tol Banyumanik.

Berdasarkan data rekapitulasi Tol Kalikangkung terjadi peningkatan kendaraan dari arah Jakarta 66,6 persen. 

Jumlah terbanyak kendaraan yang masuk terjadi pada (4/4) hingga (5/4) mencapai 31.809 kendaraan. Namun untuk ke arah Jakarta terjadi penurunan 12,2 persen.

Sementara tol Banyumanik terjadi peningkatan di pintu keluar sebanyak 49,72 persen dengan jumlah kendaraan terbanyak terjadi (4/4) hingga (5/4) yaitu 43.744 kendaran. Arah sebaliknya terjadi penurunan 2,07 persen.

"Jadi nanti saat lebaran yang akan saya tahan kendaraan dari luar Provinsi yang akan masuk ke Jawa Tengah," tandasnya.(*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved