Breaking News:

TKI di Singapura Divonis Penjara 9 Bulan Usai Aniaya Bayi Majikan

ART, Suliana Kasim Dapok, mengaku merasa kesal atas masalah pribadi, dan melampiaskan rasa emosinya kepada bayi laki-laki itu.

Net
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, SINGAPURA - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura divonis hukuman penjara 9 bulan dan denda ratusan juta oleh pengadilan pada Senin (5/4).

Vonis itu dijatuhkan asisten rumah tangga (ART), Suliana Kasim Dapok (42), setelah terbukti dan mengaku berasalah telah menganiaya bayi majikannya yang masih berusia 1 tahun.

Melansir The Straits Times, Selasa (6/4), Suliana Kasim Dapok mengaku, merasa kesal atas masalah pribadi, dan melampiaskan rasa emosinya kepada bayi laki-laki itu.

Ia dengan sengaja menginjak kaki bayi tersebut, dan mendorong kepalanya sampai jatuh dan menangis.

Di pengadilan terungkap, Suliana mulai bekerja untuk keluarga majikannya pada Oktober 2018. Tugasnya termasuk mengurus keempat anak majikannya.

Bayi itu berada di rumah sekitar pukul 11.15 pagi pada 8 Mei tahun lalu, ketika dia muntah di karpet di ruang tamu.

Wakil Jaksa Penuntut Umum, Ben Mathias Tan mengatakan, saat kejadian terdakwa sedang membersihkan karpet dengan deterjen. Kemudian korban berjalan ke arah terdakwa.

"Karena terdakwa tidak ingin korban bersentuhan dengan deterjen, terdakwa menyikut korban di wajahnya, menyebabkan korban jatuh ke lantai dan menangis," kata jaksa.

Setelah menyeka karpet, Suliana berjalan menuju dapur. Karena frustrasi harus membersihkan muntahnya, dia menginjak lutut kanan sang bayi dan menyebabkan korban menangis lebih keras.

Suliana bahkan terus mengganggu bayi itu di ruang tamu hingga sekitar 20 menit kemudian.

Sebuah kamera CCTV tertutup di dalam flat memergokinya melakukan tindakan penganiayaan, dan ibunya melaporkan kepada polisi pada pukul 01.12 malam hari itu.

Bayi itu dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak sekitar satu jam kemudian, dan dia ditemukan dengan memar di sepanjang tulang belakangnya. (Tribunnews)

Editor: Vito
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved