Breaking News:

160 SD di Blora Sudah PTM

Sebanyak 160 sekolah dasar di Kabupaten Blora telah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
PTM di SD Tempelan Blora. 

Penulis: Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Sebanyak 160 sekolah dasar di Kabupaten Blora telah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Diberlakukannya PTM ini telah mendapat izin dari bupati.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Hendi Purnomo, mengatakan, terkait PTM di 160 SD masing-masing satuan pendidikan atau sekolah harus membuat standar operasional sesuai dengan protokol kesehatan. Di antara yang harus diatur dalam standar tersebut yakni jumlah murid 50 persen, kemudian hanya dua jam pelajaran tanpa adanya istirahat.

“ekolah juga harus menyiapkan thermogun, UKS (unit kesehatan sekolah), ruangan ditata (berjarak), semua wajib pakai masker,” ujar Hendi kepada Tribunjateng.com, Selasa (6/4/2021).

PTM untuk SD telah berlangsung sejak kemarin. Kata Hendi, meski pemerintah provinsi belum memberi lamu hijau PTM bagi SD, namun pemerintah kabupaten melalui bupati telah mengizinkan. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yang mana kewenangan izin PTM ada di masing-masing pemerintah daerah.

Hendi melanjutkan, alasan mendasar lainnya sehingga digelar PTM di tingkat SD lantaran terdapat desakan dari sebagian wali murid. Ujar Hendi, para orangtua siswa menginginkan agar PTM segera dilakukan karena sudah sekitar setahun siswa belajar jarak jauh dan itu dinilai tidak efektif.

“Anak-anak sudah lama pembelajaran jarak jauh dan itu tidak maksimal. Anak-anak tidak terkendali mainnya, dengan dibukanya PTM ini anak lebih terkendali di sekolah,” ujarnya.

Sementara, untuk jenjang SMP sudah hampir semua dibuka PTM. Gelombang pertama, ada 18 SMP yang melakukan PTM. Kemudian gelombang berikutnya, ada tambahan 57 SMP yang melangsungkan PTM.

“Garis besarnya hampir semua (SMP melakukan PTM). Ada beberapa yang belum, sudah mengajukan izin. Ini kita verifikasi nanti kami izin ke Pak Bupati lagi,” kata dia.

Sementara itu, Kepala SD Tempelan Blora, Surip, mengatakan, PTM yang pihaknya lakukan setiap kelas diisi oleh siswa yang nomor absennya 1 sampai 14 atau 50 persen dari masing-masing rombongan belajar. Sementara sisanya masuk di hari berikutnya.

“Sesuai dengan petunjuk dinas per kelas 50 persen. Masing-masing kelas bisa tatap muka dua kali seminggu,” kata dia.

Dalam PTM ini, dia berharap orangtua juga turut mengawasi dan berperan aktif. Bagaimanapun, katanya, ini menjadi tanggung jawab bersama.

(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved