2 Polisi Tersangka Pembunuhan 6 Laskar FPI Tak Ditahan

Dua personel Polda Metro Jaya yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan laskar FPI hingga tewas tidak ditahan.

Editor: Vito
TRIBUNNEWS
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Dua personel Polda Metro Jaya yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan laskar FPI hingga tewas tidak ditahan. Peristiwa KM 50 itu diduga sebagai unlawful killing, atau pembunuhan di luar hukum.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono menyatakan, keduanya masih belum dilakukan proses penahanan oleh penyidik Polri.

"Enggak (ditahan-Red). Ini kan masih kami lihat. Apakah tersangka ditahan, nanti akan dilanjutkan oleh penyidik," katanya, kepada wartawan, Rabu (7/4).

Ia mengatakan, penahanan merupakan kewenangan dari penyidik. Nantinya, penyidik yang akan menilai apakah keduanya harus dilakukan proses penahanan atau tidak.

"Penyidik punya pertimbangan subjektif dan objektif. Nanti penyidik akan mempertimbangkan itu," tukasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel Polda Metro Jaya menjadi tersangka dalam dugaan pembunuhan di luar hukum, alias unlawful killing terhadap enam orang laskar FPI.

Rusdi menyampaikan, penetapan tersangka tersebut setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Kamis (1/4) lalu. 

"Pada hari kamis kemarin, penyidik telah melaksanakan gelar perkara terhadap peristiwa KM 50, dan kesimpulan dari gelar perkara yang dilakukan, status dari terlapor tiga (personel Polda Metro Jaya-Red) tersebut dinaikkan menjadi tersangka," jelasnya.

Rusdi menyampaikan, satu orang tersangka berinisial EPZ diketahui telah meninggal dunia. Dengan kata lain, status hukumnya nantinya akan langsung digugurkan oleh penyidik, berdasarkan pasal 109 KUHAP.

Atas dasar itu, pihaknya akan melanjutkan penyidikan sebagai tersangka terhadap dua personel Polri yang terlibat dalam kasus tersebut. Polri pun berjanji penyidikan akan dilakukan secara transparan.

"Jadi kelanjutannya terdapat dua tersangka anggota yang terlibat dalam peristiwa KM 50. Oleh karena itu kita tunggu saja tugas yang dilaksanakan penyidik untuk dapat menuntaskan kasus KM 50 ini secara profesional, transparan, dan akuntabel," tandasnya. (Tribunnews/Gita Irawan)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved