Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Bupati Tegal Umi Azizah Dukung Gerakan Jo Kawin Bocah: Masa Muda Tidak Datang Dua Kali

Gerakan ini juga melibatkan forum anak Slawi Kabupaten Tegal yang terdiri dari beberapa siswa sekolah

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dalam rangka mencegah pernikahan usia dini yang marak terjadi belakangan ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Tegal mendeklarasikan gerakan Jo Kawin Bocah.

Gerakan ini juga melibatkan forum anak Slawi Kabupaten Tegal yang terdiri dari beberapa siswa sekolah.

Bupati Tegal Umi Azizah pun memberikan dukungannya, hal ini terbukti karena ia ikut berpartisipasi dalam peragaan jinggle Jo Kawin Bocah, berlangsung di lapangan Pemkab Tegal Rabu (7/4/2021).

Tidak sendiri, Bupati Umi meragakan jinggle Jo Kawin Bocah bersama dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Tegal Elliya Hidayah, dan perwakilan forum anak Slawi Kabupaten Tegal.

Selesai acara, Bupati Umi memberikan tanggapannya mengenai gerakan Jo Kawin Bocah.

Menurutnya di usia yang masih muda harus dimanfaatkan sebaik mungkin seperti untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya.

Karena masa muda tidak akan datang dua kali, sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

"Pesan saya bagi anak muda penerus bangsa, bekali diri dengan fisik dan mental yang sehat. Tak lupa bekal ilmu pengetahuan yang luas. Karena jika semuanya bisa terpenuhi, maka saya percaya anak-anak di Kabupaten Tegal bisa menjadi kader yang tangguh," pesan Umi, pada Tribunjateng.com.

Bupati Umi pun menyebut jika pernikahan usia dini lebih banyak mudararatnya (merugikan atau tidak menguntungkan) dari pada menikah yang sesuai usia yang ditetapkan undang-undang.

Menurutnya menikah bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan fisik saja. Sehingga gerakan ini perlu disosialisasikan secara masif ke masyarakat.

"Saya doakan semuanya termasuk kader forum anak Slawi Kabupaten Tegal sukses, bisa menjadi tauladan bagi anak-anak yang lain, dan terakhir pesan saya jangan kawin muda ya," ujar Umi.

Masih di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Tegal Elliya Hidayah mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi gerakan Jo Kawin Bocah ke 18 Kecamatan di Kabupaten Tegal dan mendapat respon positif dari anak-anak.

Tidak hanya melibatkan anak, Elliya menyebut peran serta orangtua dan keluarga juga sangat diperlukan. Karena hal tersebut merupakan cara dan sinergritas terbaik untuk mengawasi anak.

"Sesuai laporan yang masuk ke kami, jumlah perkawinan dini pada tahun 2019 sebanyak 168 kasus. Sedangkan pada tahun 2020 mengalami peningkatan karena jumlahnya ada 386 perkawinan dini. Peningkatan terjadi bukan karena pandemi Covid-19, tapi karena aturan undang-undang yang awalnya batas usia nikah mulai 16 tahun saat ini 19 tahun sehingga mereka yang menikah dari usia 16 tahun ini terhitung," jelas Elliya.

Namun Elliya menegaskan, yang menjadi fokus utamanya adalah bukan masalah naik atau turun jumlah pernikahan dini, tapi yang perlu diwaspadai yaitu cegah pernikahan anak dengan program jo kawin bocah ini. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved