Breaking News:

Berita Sragen

Digitalisasi Pembayaran, Pendapatan Daerah Sragen Meningkat

Pajak daerah tahun 2020 Kabupaten Sragen meningkat sekitar Rp 12 miliar lebih.

tribunjateng/reza gustav
Ilustrasi. Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang meluncurkan layanan GO-PAY sebagai salah satu sistem pembayaran non-tunai pada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, hari ini, Senin (3/9/2018) di Situation Room, Balai Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pajak daerah tahun 2020 Kabupaten Sragen meningkat sekitar Rp 12 miliar lebih. Pada tahun 2019 pendapatan Rp 99 miliar, sementara realisasi pendapatan daerah Sragen 2020 Rp 111 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sragen, Dwiyanto mengatakan digitalisasi pembayaran menjadi salah satu faktor pendapatan daerah Kabupaten Sragen naik.

Selain itu adanya sejumlah objek pajak baru juga menjadi faktor meningkatnya pendapatan daerah, seperti pembayaran jalan yang tidak sedikit.

Naik Rp 12 miliar, dikatakan Dwiyanto cukup banyak. Selain kedua faktor itu, dengan dipermudahnya pembayaran diberbagai kanal untuk membayar pajak juga menjadi faktor.

"Jadi tidak hanya karena digitalisasi dan karena tambah objek pajak baru, tetapi karena banyak faktor salah satu diantaranya itu yang saya sebutkan," kata Dwiyanto.

Dia melanjutkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak terpengaruh oleh Pandemi Covid-19 karena pajak PBB dilakukan selama satu kali dalam setahun.

Selain itu Pemkab Sragen juga sudah menyiapkan infrastruktur pembayaran, seperti transaksi nontunai baik lewat debit, e-banking, ATM, mobile banking, gopay, Qris, toko modern.

Dwiyanto mengatakan pihaknya juga menyediakan kanal pembayaran yang mudah dan cepat bagi masyarakat. Sementara itu transaksi di Pemkab Sragen juga sudah terintegrasi aplikasi.

Seperti Cash Management System (CMS) yang sudah diterapkan di 196 desa. Semua transaksi di desa lewat CMS atau transaksi nontunai.

"CMS ini adalah hal yang membanggakan kita karena di negara Indonesia itu yang yang sudah CMS versi BPKB adalah Kabupaten Sragen," katanya.

Kendati ada kenaikan, pajak bulanan seperti hotel, rumah makan, restoran turun secara signifikan selama Pandemi Covid-19. Dia meyakini ketiganya banyak tutup karena imbas adanya Virus Corona.

"Kalau pajak bulanan itu rata-rata turun, karena faktor Pandemi Covid-19 luar biasa hotel, rumah makan, restoran turun dan tutup," katanya.

Selain itu retribusi di Sragen juga menurun karena juga terkena imbas Pandemi Covid-19. Dia mengatakan memang agak sulit meminta para pedagang agar membayar pajak retribusi mengingat kondisi saat ini.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan pihaknya siap mendorong digitalisasi transaksi keuangan daerah, baik pengeluaran maupun penerimaan.

"Sudah banyak pilihan pembayaran non-tunai. Harapannya semua transaksinya non tunai semakin lengkap sehingga memudahkan masyarakat untuk bertransaksi baik transaksi dengan pemerintah, bayar tiket, berwisata dan lain-lain," katanya. (*)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved