Breaking News:

Berita Semarang

Dosen FE USM Bantu Kembangkan Usaha Komunitas Sulam Pita Melalui Strategi Marketing Mix

Tim PKM Fakultas Ekonomi USM memberikan pelatihan manajemen usaha pada komunitas sulam pita.

Istimewa
Anggota komunitas sulam pita Kelurahan Gebangsari, Genuk, foto bersama dengan dosen FE USM usai pelatihan, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan manajemen usaha pada komunitas sulam pita di Kelurahan Gebangsari, Genuk, Kota Semarang, kemarin.

Tim PKM diketuai Rr. Lulus Prapti N.S.S dengan anggota yaitu Totok Wibisono dan Nuria Universari. Fokus dari pelaksanaan PKM ini adalah pengembangan komunitas sulam pita di Gebangsari Kecamatan Genuk Kota Semarang supaya terus berkembang melalui perbaikan dalam manajemen usaha.

Komunitas sulam pita yang menjadi mitra dalam kegiatan PKM ini adalah ibu-ibu dasawisma RT 3 Kelurahan Gebangsari dalam membuat handycraft berbahan dasar kain dengan kombinasi sulam pita.

"Target khusus dari kegiatan PKM ini adalah meningkatkan nilai ekonomis produk sulam pita melalui implementasi aspek marketing mix yang sesuai di masa pandemi Covid-19," kata Lulus, dalam keterangannya, Rabu (7/4/2021).

Lulus menambhakan selama terjadinya pandemi Covid-19, komunitas sulam pita binaan Lia Collection mengalami berbagai kendala yang dapat mengancam kelangsungan hidup usahanya.

Komunitas sulam pita mengalami penurunan penjualan karena saat ini konsumen lebih memprioritaskan harga murah dan kebutuhan pokok seperti makanan dan produk kebersihan saat membeli barang.

"Sesuai permasalahan yang dihadapi, upaya yang kami lakukan pada mitra adalah melakukan pelatihan dengan memberikan edukasi mengenai marketing mix," jelasnya.

Kegiatan pelatihan yang dilakukan yaitu memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai implementasi aspek marketing mix yang meliputi produk, harga, distribusi dan promosi pada kondisi pandemi covid-19 yang sedang terjadi di dunia dan secara khusus di Indonesia.

Menurutnya, komunitas sulam pita perlu kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk yang dibutuhkan di masa pandemi. Misalnya produk seperti masker berhiaskan sulam pita maupun informasi mengenai protokol kesehatan menggunakan pigura dan berhiaskan sulam pita untuk dipajang di hotel dan gedung perkantoran.

"Melalui kegiatan PKM ini diharapkan ibu-ibu komunitas sulam pita memiliki pemahaman megenai marketing mix dan dapat mengimplementasikannya untuk meningkatkan bisnis sulam pita di masa pandemi Covid-19," harapnya.

Dengan demikian, kegiatan ini dapat membantu komunitas sulam pita untuk tetap bertahan dan berproduksi serta berinovasi dengan menyesuaikan kondisi yang terjadi saat ini.

Pendiri Lia Collection, Sri Andaliyah menyatakan, bahwa kegiatan ini menambah pengetahuan dan wawasan ibu-ibu anggota komunitas sulam pita.

"Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan materi yang dapat memperkuat pemahaman bisnis sehingga bermanfaat untuk mengembangkan bisnis sulam pita," harapnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved