Breaking News:

Dosen USM Ajari UMKM Kampung Sirih Strategi Twitter Marketing

Program Studi Sistem Informasi FTIK Universitas Semarang menyelenggarakan pelatihan marketing digital pada pelaku UMKM Kampung Sirih.

Istimewa
Para pelaku UMKM Kampung Sirih, Wonodri, Semarang Selatan, mengikuti pelatihan marketing digital oleh dosen Sistem Informasi FTIK USM, Selasa (6/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program Studi Sistem Informasi FTIK Universitas Semarang menyelenggarakan pelatihan marketing digital pada pelaku UMKM Kampung Sirih Kelurahan Wonodri, Semarang Selatan, Selasa (6/4/2021).

Pelatihan dengan tema "Strategi Twitter Marketing Sebagai Media Promosi Bisnis Pada Pelaku UMKM" itu dilakukan oleh dosen Prodi Sistem Informasi yang terdiri dari Agusta Pinem, B.Very Christioko dan Victor Gayuh. 15 peserta pelaku UMKM mengikuti pelatihan tersebut.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat melalui implementasi keilmuan yang diajarkan di perguruan tinggi.

Anggota tim pelatihan, Agusta Pinem mengatakan, pandemi Covid-19 telah membuat pelaku UMKM harus lebih pandai dalam menyiasati peraturan social distancing.

"Digital Marketing sebagai solusi tidak dapat dihindari sebagai bagian dari promosi dan penjualan produk mereka. Namun persoalan muncul, bagaimana untuk lebih mudah dalam mengenalkan produk UMKM di media sosial," katanya.

Dalam pelatihan tersebut, para pelaku UMKM dibekali penggunaan sosial media yang sederhana yang bisa langsung dimanfaatkan untuk promosi yaitu melalui Twitter Marketing. Para pelaku UMKM diajarkan bagaimana memanfaatkan fitur pada Twitter sebagai strategi marketing produk olahan daun sirih.

"Aplikasi ini selain bersifat gratis dan banyak digunakan oleh masyarakat umum untuk personal branding," tuturnya.

Pelatihan tersebut dibimbing langsung oleh Praktisi Pemasaran, Edi Nurwahyu Julianto. Dalam memberikan materi, Edi Nurwahyu juga memberikan contoh pemanfaatan fitur bio, hastag, trending, retweet, who to follow.

Ia memaparkan, fitur pada Twitter memungkinkan pelaku bisnis untuk ngobrol dengan followers, mendengar kritik/saran langsung dari customers, mengikuti berita terbaru yang mungkin akan diperlukan untuk kebutuhan bisnis.

Yang membedakan dari sosial media lain adalah pengguna dapat jump into conversation dengan orang yang telah memiliki banyak follower tanpa khawatir dianggap aneh.

"Twitter lebih memiliki jangkauan yang luas daripada sosial media yang lain, terutamanya adalah dapat nimbrung obrolan pada tweet public figure dan dapat melakukan retweet dengan menambahkan promosi namun tanpa dianggap aneh oleh pengguna lain," ujar Edi Nurwahyu.

(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved