Breaking News:

Berita Tegal

Joko Wantoro Imbau Kegiatan Wisata Lebih Baik Ditunda Terlebih Dahulu

Joko Wantoro mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, Joko Wantoro, saat ditemui di ruang kerjanya Senin (5/4/2021) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Berkaca dari penemuan kasus penularan Covid-19 yang memunculkan klaster baru yaitu klaster piknik, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, Joko Wantoro, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan termasuk menunda rencana berwisata.

Hal ini perlu dilakukan, karena untuk mencegah terjadinya kasus bus wisata  kelompok senam Desa Penusupan ke Purbalingga, dan bus cafe wisata kelompok Dharma Wanita Kecamatan Pangkah terulang kembali.

Adapun membahas mengenai klaster piknik, sampai saat ini untuk rombongan kelompok senam yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 47 orang.

Sedangkan untuk rombongan wisata bus cafe kelompok dharma wanita yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 12 orang.

Joko menjelaskan, penemuan kasus ini tidak hanya melibatkan yang ikut piknik saja tapi juga kontak erat dari peserta piknik.

"Untuk penemuan kasus di bus Cafe yang sudah diswab ada 44 orang di Puskesmas Penusupan dan 18 lainnya di kantor dinas pendidikan Pangkah sehingga total yang diswab ada 62 orang. Dari jumlah tersebut yang dinyatakan positif Covid-19 ada 12 orang. Jumlah tersebut tidak hanya peserta piknik saja tapi juga kontak eratnya," papar Joko, pada Tribunjateng.com Senin (5/4/2021).

Secara tegas, Joko meminta warga supaya tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Termasuk mengurangi kegiatan mobilitas termasuk berwisata.

Joko memahami kegiatan piknik atau berwisata untuk sebagian orang adalah suatu kebutuhan. Tapi bukan kebutuhan yang primer atau harus dipenuhi saat ini juga.

Dengan kata lain kegiatan yang masih bisa ditunda menunggu kondisi lebih kondusif.

"Fenomena penyebaran Covid-19 ini bagi saya seperti pertumbuhan pohon, karena dari atas menularkan ke satu orang, lalu berlanjut ke berapa orang lagi, dan seterusnya. Dari induk jadi cabang, ranting, dan seterusnya. Sehingga sekali lagi saya imbau masyarakat untuk menunda dulu kegiatan yang tidak terlalu penting atau yang harus dilakukan saat itu juga," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved