Breaking News:

Pendidikan

Orangtua Perlu Beri Pemahaman, Siswa PAUD Butuh Bimbingan Prokes saat Pembelajaran Tatap Muka

An ak-anak pada jenjang PAUD dan SD membutuhkan bimbingan dalam menjalankan protokol kesehatan.

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN 
Siswa SMPN 5 Semarang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka, Senin (5/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Anggota Satgas Nasional Penanganan Covid-19 Subbidang Mitigasi, Falla Adinda, mengatakan, siswa sekolah yang berada dalam jenjang terkecil membutuhkan bimbingan dalam menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas.
Falla mengatakan anak-anak pada jenjang PAUD dan SD membutuhkan bimbingan dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Masalah akan datang nanti ketika anaknya masih kecil-kecil. Seperti playgroup, PAUD, ataupun SD yang masih kecil gitu yang anaknya harus kita bimbing lebih jauh. supaya mereka bisa taat pada protokol kesehatan gitu," ucap Falla dalam Talkshow Pendidikan di Masa Pandemi yang disiarkan channel Youtube Cerdas Berkarakter Kemdikbud, Rabu (07/04/2021).

Menurut Falla, siswa pada jenjang yang lebih tinggi lebih mudah untuk ditanamkan ketaatan untuk menjalankan protokol kesehatan.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat wajib dilaksanakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah saat pembelajaran tatap muka terbatas.
"Kalau yang sudah dewasa, seperti misalnya SD kelas 6, atau SMP kelas 1, SMA kelas 1 sudah bisa kita bilangin untuk melakukan tanggung jawab yang menjaga orang lain dam menjaga dirinya sendiri," ungkap Falla.
Dirinya menilai banyak aspek yang perlu dipersiapkan oleh guru dan orang tua untuk mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas.

"Nah itu akan banyak sekali yang harus dipertimbangkan dan juga harus dijalankan untuk orang tuanya, untuk anaknya juga. Apalagi untuk anak-anak yang masih kecil," pungkas Falla.

Seperti diketahui, Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menggelar pembelajaran tatap muka terbatas untuk para satuan pendidikan di Indonesia. Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan sekolah wajib menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas, setelah para pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut seluruhnya divaksin.

Baca juga: Postingan CIA Akui Pasok Senjata ke Jihadis Taliban Afghanistan

Baca juga: Foto Desiree Tarigan Bersama Pria Lain Dibagikan Hotma Sitompul: Dia Tahu Saya Suka Ganas Juga

Baca juga: Debt Collector Minta Ampun Dihajar Massa, Ambil Paksa Motor Warga

Sementara itu, pelaksanaan PTM di Batang mendapat evaluasi dari Bupati Batang Wihaji
Ia menyebutkan, ada catatan untuk sekolah seperti siswa yang membawa masker tapi di dalam kelas tidak di pakai, karena merasa jaga jarak.

“Kita sudah beri surat peringatan bagi sekolah yang teledor membiarkan siswa tidak menggunakan masker dengan benar,” jelasnya.

Walaupun dari hasil evaluasi PTM tidak ada permasalahan, namun Bupati Wihaji belum memberanikan diri mengeluarkan kebijkan memaksimalkan PTM di semua satuan pendidikan SD dan SMP. (Tribun Network/din)

Penulis: dina indriani
Editor: moh anhar
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved