Breaking News:

Berita Kendal

Pemkab Kendal Diminta Kembalikan Jatah Dana Hibah Guru Madin

Pemerintah Kabupaten Kendal agar mengembalikan dana hibah untuk guru keagamaan non formal (madin) yang direfocusing.

Tribun Jateng/ Saiful Masum
Rapat audiensi DPRD Kendal bersama FKLPK non formal, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tentang refocusing dana hibah, Selasa (6/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sikap tegas dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal yang meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kendal agar mengembalikan dana hibah untuk guru keagamaan non formal (madin) yang direfocusing.

Hal itu disampaikan langsung Ketua DPRD, Muhammad Makmun saat menggelar audiensi bersama FKLPK non formal, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Selasa (6/4/2021).

Makmun mengatakan, meski pemerintah dituntut untuk melakukan refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19, semestinya bersikap peka dalam menentukan mana saja anggaran yang perlu dan tidak perlu direfocusing. Termasuk dana hibah untuk tenaga pendidik keagamaan non formal.

Ia berharap, meski refocusing anggaran telah ditandatangani bupati, Pemkab Kendal nantinya berkomitmen untuk mengembalikan dana yang telah direfocusing melalui jalur lain.

"Kami meminta komitmennya (Pemerintah) untuk mengembalikan dana yang sudah direfocusing. Terutama kepada Bakeuda selaku pengelola anggaran dan Disdikbud selakau dinas penerima anggaran," terangnya.

Ketua Komisi D, Mahfud Sodiq menambahkan, pihaknya menyesalkan adanya refocusing kembali dana hibah guru madin pada 2021. Setelah hal yang sama sudah dilakukan pada 2020 dengan memangkas 50 persen dana yang ada untuk penanganan Covid-19.

"31 Maret kemarin komisi D sudah diskusi bersama dengan Disdikbud dan Bakeuda. Kami menyesalkan bahwa refocusing juga mengena pada dana hibah 2021. Namun karena proses sudah berjalan, kami dorong penuh agar komitmen soal anggaran direfocusing bisa dikembalikan dan terwujud," ujarnya.

Lebih lanjut, Mahfud meminta agar pihak eksekutif meninjau kembali hal-hal yang ada agar tidak terulang lagi di kemudian hari. Karena, kebijakan merefocusing dana hibah guru agama tidak efektif lantaran menekan pendapatan tambahan para guru madin

"Jika ini tidak bisa dikembalikan, kami siap bertindak dengan tegas agar setidaknya di tahun ke depan bisa menganggarkan yang lebih tinggi. Semoga tahun ini benar-benar dana yang telah direfocusing ini dikembalikan," tegasnya.

Kepala Bakeuda Kendal, Agus Dwi Lestari menyampaikan, dana hibah untuk tenaga pendidik keagamaan pada awalnya berjumlah Rp 10,4 miliar. Dengan penerima 12.300 orang mendapatkan Rp 1 jutaan pertahun per orang. 

Halaman
123
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved