Breaking News:

Tuti Nusandari Roosdiono

Tolak Hoaks, Tuti Roosdiono Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Bersama Jamaah Pengajian

Mari kita jaga keutuhan NKRI dengan tidak menyebarkan berita bohong yang dapat memecah belah umat"

ist
Tuti Nusandari Roosdiono Anggota DPR/MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Adakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Bersama Jamaah Pengajian 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemahaman bernegara dan pengamalan Pancasila untuk para ibu jamaah pengajian agar tidak terjerumus oleh aliran anti Pancasila sangat penting.

Hal itulah yang mendasari anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan Tuti N Roosdiono mengadakan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Acara yang diadakan di Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (7/4/2021) ini tetap menerapakan protokol kesehatan secara ketat agar dapat memutus mata rantai Covid-19.

Turut hadir dalam acara antara lain Sis Budiyono selaku Tenaga Ahli Tuti N Roosdiono, Sutimin sebagai pengisi acara Jamaah pengajian Jombor, pengurus ranting PDI Perjuangan Jombor, dan Sahabat Tuti N Roosdiono Desa Jombor.

Melalui teleconference Tuti N Roosdiono mengajak para jamaah untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan agar semua dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinanya masing- masing.

"Mari kita jaga keutuhan NKRI dengan tidak menyebarkan berita bohong yang dapat memecah belah umat," tambah Tuti.

Sis Budiyono Tenaga Ahli Tuti N Roosdiono dalam sambutannya mengajak para tamu undangan untuk tetap menjaga nilai nilai Pancasila terutama sila ke-3.

Banyaknya aliran-aliran yang ingin merongrong keutuhan NKRI menjadi ancaman yang serius di era kemajuan teknologi akhir-akhir ini.

"Jangan mudah percaya dengan hoaks yang ingin memecah belah kita, yang banyak kita temui di sosmed. Untuk itu kita harus bisa memilah mana yang benar dan mana yang hoax," tambah Sis.

Sutimin menambahkan para jamaah untuk menjaga kerukunan.

Dengan pengamalan 4 Pilar Kebangsaan Pancasila, UUD 1945 , NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kita akan lebih kuat dari ancaman yang dapat memecah belah umat.

"Jangan jadikan agama sebagai kedok untuk memecah belah antar penganut kepercayaan, yang nantinya kita sendiri yang rugi," tambah Sutimin. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved