Breaking News:

Berita Semarang

Cerita Mantan Pengguna Narkotika di Semarang, Penjara Bukan Solusi

Hukuman berupa pidana penjara yang diberikan pada pemakai narkotika, dinilai bukan menjadi solusi.

Cerita Mantan Pengguna Narkotika di Semarang, Penjara Bukan Solusi
Istimewa
Mantan pengguna narkotika, Budi Rahardjo alias Ceming.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hukuman berupa pidana penjara yang diberikan pada pemakai narkotika, dinilai bukan menjadi solusi dalam pemberantasan tindak pidana narkotika. Pasalnya, pidana penjara tak memberikan efek jera pada penggunanya.

Hal itu disampaikan Budi Rahardjo alias Ceming, warga Kota Semarang. Ia dua kali disidangkan atas kasus penyalahgunaan narkotika. Terakhir, ia harus menjalani proses rehabilitasi sebagai korban penyalahgunaan narkotika.

Ia menceritakan, menjadi korban penyalahgunaan narkotika sejak 1997-1999, dan sempat berhenti total selama 14 tahun. Akan tetapi justru kembali terjerat menjadi pengguna pada 2015.

"Semua itu awalnya hanya coba-coba dari ajakan teman. Sempat berhenti total, namun 2015 pakai lagi," kata Ceming, kepada Tribun Jateng, Kamis (8/4/2021).

Kembalinya Ceming dalam jeratan narkotika bukan hanya karena ketergantungan pada obat terlarang tersebut. Dikatakannya, hal itu tidak lepas dari pemahaman aparatur pemerintahan maupun aparat penegak hukum yang menerapkan kebijakan bahwa pemakai harus dipenjarakan selama mungkin.

"Padahal di lapangan hasilnya terbukti tidak efektif. Karena setiap tahun tahanan narkotika selalu meningkat dan lapas maupun rutan semakin overload," ucapnya.

Dari data 2020, jumlah narapidana dan tahanan kasus narkotika di Jawa Tengah mencapai 2.238 orang. Sementara kapasitas lapas dan rutan muat 9.258 orang. Dengan jumlah tersebut, narapidana narkotika selalu mendominasi di seluruh lapas maupun rutan.

Berulang kali tersangkut masalah narkotika, Ceming yang awalnya merupakan anak yang disayangi oleh keluarga, justru berulang-ulang kali pula menyakiti hati dan perasaan keluarganya.

"Setelah masuk penjara dan direhabilitasi, barulah disitu saya menyadari menggunakan narkotika itu salah, tapi penjara tetap bukan solusinya," ujarnya.

Ia mencontohkan, ada seorang nenek jalan sendiri di jalan. Saat menyebrang jalan, nenek itu tertabrak bus hingga luka robek di kepalanya dan akhirnya harus dirawat di UGD rumah sakit.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved